BKN: ASN Melanggar Kedisiplinan Jika Menyebarluaskan Berita Palsu

Banda Aceh, Mercinews.com – Untuk membantu pemerintah memberantas penyebaran berita palsu (hoax) dan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang berpotensi sebagai sumber perpecahan bangsa, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjalankan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan mengatakan, BKN saat ini telah menerima pengaduan dari masyarakat atas keterlibatan ASN dalam ragam aktivitas ujaran kebencian yang turut memperkeruh situasi bangsa.

“ASN yang terbukti menyebarluaskan ujaran kebencian dan berita palsu masuk dalam kategori pelanggaran disiplin,” kata Mohammad Ridwan dalam rilisnya yang diterima ajnn Minggu (20/5).

Baca Juga:  Akun Facebook Epong Reza Dilaporkan ke Polisi

Karena itu, kata Mohammad Ridwan, untuk mengantisipasi hal tersebut, BKN akan mengirimkan surat bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah agar melarang ASN di lingkungannya menyampaikan dan menyebarkan berita berisi ujaran kebencian perihal SARA, serta mengarahkan ASN tetap menjaga integritas, loyalitas, dan berpegang pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

M Ridwan menyebutkan, adapun bentuk aktivitas ujaran kebencian yang masuk dalam kategori pelanggaran disiplin ASN yaitu, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap empat pilar dan pemerintah.

Baca Juga:  Tak Hanya Hina Ulama, Pemuda Ini Sebut Indonesia Negara Penjajah dan FPI Pemuja Setan

Kemudian, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antar golongan. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya).

Selain itu, lanjut Ridwan, ASN juga dilarang mengadakan, mengikuti serta menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci empat pilar negara dan pemerintah. Dan menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana pada poin pertama dan kedua dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment dimedia sosial.

Baca Juga:  Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

“ASN yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai yang disampaikan diatas maka akan dijatuhi hukuman disiplin berat, sedang maupun ringan. Penjatuhan hukuman disiplin itu dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan yang dilakukan oleh ASN tersebut,” jelas Mohammad Ridwan.

Selain itu juga disampaikan bahwa, PPK Instansi wajib menjatuhi hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.[] ajnn

  • 14
    Shares

Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved