Sudutkan Ulama Aceh, Alumni Dayah Tanoh Mirah Kutuk Pernyataan Ustaz Farhan

Banda Aceh, Mercinews.com – Alumni Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Tgk H Muhammad Nur mengutuk pernyataan ustad Farhan Abu Furaihan yang menyudutkan Ulama Aceh mengenai masalah Salat Taraweh.

Ia mengatakan, Tarawih adalah bentuk jama’ dari tarwihah, sekali tarwihah adalah empat rakaat dan dua kali tarwihah belum dinamakan tarawih karena kata tarawih harus lebih dari dua kali tarwihah dan kesemuanya di sebut tarawih pada majaz dan sah sholat tarawih walaupun dua rakaat

Mengenai bilangan shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat, itu ittifaq ulama yang tidak boleh diganggu gugat lagi.

“Mengenai hadis Aisyah Radhiyallahu anha yang ustad Farhan Abu Furaihan katakan Aisyah lebih tau karena serumah dengan Nabi itu bukan hadis mengenai tarawih, tetapi mengenai shalat malam Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Abu Salamah Abdur Rahman tentang qiyamul lail-nya Rasul pada bulan Ramadhan, Aisyah menjawab’Sesungguhnya beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan atau pada bulan lainnya lebih dari sebelas raka’at’ [HR Bukhari, Muslim],” kata Tgk Muhammad Nur, Jumat 25 Mei 2018

Baca Juga:  Fatwa Ulama Aceh Tidak Sebut Potong Tangan ke Koruptor

Menurutnya, sangat jelas sekali kata ‘fi ghairihi’menunjukkan bahwa hadits ini bukan mengenai shalat tarawih, tapi menunjukkan shalat qiamul lail-nya Rasul di sepanjang tahun.

“Sangat ironis dia mengaku ustad, tapi mengartikan hadis saja tidak bisa dan mencoba menasihati ulama, padahal dia sendiri tidak belajar agama dengan bagus kalau hadis tersebut diklaim merupakan dalil tarawih 11 rakaat itu sesat dan menyesatkan,” ujarnya.

Tgk M Nur menjelaskan, apa yang disampaikan Ustaz Farhan bukanlah dalil tentang shalat Tarawih, karena tidak ada Tarawih di luar Ramadhan. Para ahli hadit saja seperti Imam Hanafi, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, Imam Baihaqi, dan lain-lain tidak menggunakan hadits tersebut sebagai dasar untuk menetapkan bilangan raka’at Tarawih dan kita semua tahu bahwa semua Ulama madzhab sepakat bahwa jumlah raka’at tarawih adalah 20 rakaat.”

Baca Juga:  Abu MUDI Samalanga Akan Serahkan Ijazah Tarekat Muktabar

“Kesalahan berdalil memang bisa berbahaya. Ini jelas salah sangka yang parah dan kebodohan yang perlu diluruskan, apalagi ustad FAF tidak mengerti definisi Mukallid yang dimaksudkan guru kita adalah pengikut mazhab bukan orang bodoh yang taklid.”

Ia menambahkan, Umar RA tidaklah menentukan bilangan 20 raka´at tersebut dari kehendaknya sendiri, Ia bukanlah orang yang berbuat bid´ah, kecuali berasal dari sumber pokoknya yaitu dari Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Abu Mudi: Lon Keubah Toko, Keunoe Lon Jak Meukat Bak Gaki Limong

Imam Tirmidzi dalam Kitab Sunan menyebutkan, mayoritas ahli ilmu mengikuti apa yang diriwayatkan oleh Sayyidina Umar, Ali, dan Shahabat-shahabat Nabi SAW tentang shalat Tarawih 20 raka’at.

Kemudian, dalam kitab Al-Muwaththa, karya Imam Malik juga disebutkan bahwa shalat Tarawih 23 raka’at.

Selain itu, Imam Nawawi Al-Majmu’ dan al-Khulashah, Imam as-Subki (Syarah Minhaj), Ibn al-Iraqi (Tharh at-Tatsrib), As-Suyuthi (al-Mashabih fi Shalat at-Tarawih), Ali al-Qari’ (Syarah Al-Muwaththa’), Madzhab Maliki dalamAl-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, kitab Al-Fiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah.

“Pandangan para Ulama Salaf ini telah diterima oleh mayoritas ummat dan mendapatkan pembenaran dari Nabi SAW,” ujarnya lagi.[]

  • 1.3K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved