Ditemukan Gua Berusia 7.400 tahun Bekas Tsunami Melanda Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – 7.400 tahun lalu, Aceh memiliki catatan sejarah pernah dilanda tsunami seperti tragedi 26 Desember 2004. Bukti emperisnya ada di gua Ek Lentie di Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Goa Ek Lentie usia 7.400 tahun bekas tsunami Aceh.

Di lokasi terdapat endapan – endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua. Ini menjadi penemuan penting untuk memperkaya kajian tsunami di Aceh.

Untuk membahas temuan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar rapat koordinasi dengan lintas sektor di antaranya Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, BMKG, TDMRC, BPN, Balai Pelstarian Cagar Budaya dan sejumlah unsur lainnya.
Kepala BPBA Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, penemuan gua endapan tsunami ini penting untuk memperkaya kajian tsunami. Aceh menjadi tempat paling bagus untuk pembelajaran tsunami dan menjadi laboratorium untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

Baca Juga:  Manassa Minta Pemerintah Ambil Kembali Manuskrip Aceh dari Belanda

“Sehingga penemuan ini perlu didorong dalam pelestariannya. BPBA akan menganggarkan dana untuk mendorong ini di RKA (Rencana Kerja Anggaran) 2019 nanti,” kata Teungku Ahmad Dadek di Aula pertemuan BPBA, Senin (28/5).

BPBA telah menginisiasi agar gua purba tsunami ini bisa menjadi salah satu situs sejarah. Pihaknya menyurati Sekda Aceh Besar dan memberikan telaah kepada Gubernur untuk menginstruksikan kepada Pemda Aceh Besar agar segera membereskan kepemilikan lahan di sekitar gua.

Baca Juga:  Masjid Tuha Indrapuri Berdiri dari Proses Islamisasi di Aceh

Kami memberikan telaah kepada Setda Aceh Besar agar mengeluarkan SK penetapan kawasan dan melalukan pembebasan tanah,” ungkap Dadek.

Ahmad Dadek berharap agar gua tsunami purba bisa dijadikan tempat pendidikan sekaligus wisata. “Akan kita wujudkan Geopark untuk pelestarian gua ini,” kata Dadek.

Dadek menitipkan pesan pada Camat dan Geuchik (kepala desa) setempat agar gua tersebut dijaga dan diberikan informasi bahwa itu situs tsunami. BPBA akan menyiapkan dana untuk DED pembangunan Geopark yang rencananya dilakukan oleh TDMRC.

Baca Juga:  PuKAT: Meninggal nya Cucu Sultan Aceh Menutup Satu Jendela Aceh pada Dunia

“Tolong dijaga di lokasi sekitar gua, buat plang depan gua sebagai situs tsunami. Sistem pengelolaannya juga harus kita pikirkan. Teknis akan dibicarakan kemudian,” ungkap Dadek.

Perwakilan Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC), Nazli Ismail mengatakan, pihaknya telah melakukan penggalian untuk melihat sejarah tsunami mulai dari 7400 tahun lalu hingga peristiwa tahun 2004. Di mana terdapat endapan – endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua.

“Agar gua ini dijadikan tempat wisata dan dibagun Tugu Patahan Sumatera sebagai situs sejarah,” tutupnya.[] merdeka

  • 335
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved