Curhat Pemulung Aceh kepada Calon Senator Muda

WARUNG kopi Batee 8 terlihat penuh Senin malam lalu. Tiga pria berbadan kekar tampak duduk di pojok belakang. Mereka menyemut di antara belasan pengunjung lainnya. Asap rokok memenuhi ruangan. Tawa dan canda terdengar dari tiap sudut.

Suasana terasa panas. Keadaan ini akibat padamnya listrik yang sedang melanda Kota Banda Aceh dan pesisir Aceh Besar. Pemilik kios terpaksa menghidupkan ginset tua milik mereka. Namun tak senormal biasanya.

Wajah mereka tersenyum saat melihat sosok yang dinanti telah tiba. Sosok yang dinanti tersebut adalah pria muda bernama Murdani Abdullah. Sosok ini adalah calon DPD RI asal Aceh. Ia ‘kuda hitam’ dalam perebutan kursi DPD RI di pileg mendatang.

“Maaf bang telat,” ujar Murdani sambil berjabat tangan dengan ketiga pria tadi. Ketiga pria ini adalah Muhammad atau akrab disapa Cekmat dari Komunitas Pemulung Kampong Jawa Kota Banda Aceh serta Hendri dari Komunitas Pemulung Aceh. Sementara seorang lain adalah Dodi Kurniawan atau akrab disapa Don Sumatera selaku Ketua Tim Muda Murdani Center (TMMC). Ada tiga gelas kupi pancung yang hampir kosong di depan mereka.

Baca Juga:  Komunitas Motor dan Warga Tandatangani Petisi Tolak Terorisme di Ulee Lheu

“Hana masalah bang. Kamoe pahami,” ujar Muhammad. Ia sebenarnya jauh lebih tua. Urat tangannya terlihat jelas meskipun penerangan kurang.

Suasana kemudian mencair. Muhammad kemudian menjelaskan kondisi para pemulung di Kampung Jaya. Dimana, menurut Cekmat, para pemulung di TPU Kampung Jawa sering kali menjadi korban politik.

“Kami sudah beberapa kali dibohongi. Kemarin di pilkada, katanya akan diperhatikan, namun setelah dua-duanya menang, ternyata diabaikan,” kata Muhammad.

Baca Juga:  PKL di Seputaran Masjid Raya Baiturrahman Raya Ditertibkan

Hal ini pula, kata Muhammad, membuat mereka lebih sensitif dalam menerima kedatangan orang-orang politik. Tetapi, pendekatan yang dilakukan Don Sumatera membuat mereka luluh dan simpati terhadap calon DPD RI Murdani.

“Makajih malam nyoe tamerumpok disinoe. Dari penjelasan Don Sumatera dan cerita soal siapa droneuh, kamoe sangat tertarik. Sama sama orang kecil. Mudah-Mudahan kedepan terpilih dan kami mendukung penuh,” kata Muhammad.

Sementara Hendri menambahkan bahwa Komunitas Pemulung ini tersebar di seluruh Aceh. Dirinya akan berkomunikasi dengan seluruh perwakilan pemulung kabupaten kota agar dukungan terhadap Murdani juga diberikan oleh para pemulung lainnya di seluruh.

“Biasanya kompak. Kalau satu sudah mendukung, yang lainnya akan mengikuti. Isya Allah kami mendukung penuh. Kita sama sama dari arus bawah,” ujar Hendri.

Baca Juga:  Gadis Pijay Naik L-300 ke Rumah Pamannya di Banda Aceh, Belum di Ketahui Keberadaannya

Menyangkut hal ini, Murdani mengaku sangat senang mendapat dukungan dari Komunitas Pemulung Aceh. “Ini karena saya juga muncul dari arus bawah. Posisi saya sama seperti anda anda semua,” kata Murdani.

“Saya siap menandatangani kontrak politik dengan komunitas ini. Hitam di atas putih sebagai petanda saya tidak seperti politisi lain. Ini juga tidak mengulang seperti kisah yang diceritakan tadi,” kata Murdani.

Mendengar hal ini, para pria tersebut kemudian tertawa bersama. Sekitar pukul 23.30 WIB, Muhammad dan Hendri kemudian minta izin pamit. Keduanya mengundang calon senator muda untuk berkunjung ke Kampung Jawa guna bertemu dengan kawan-kawan mereka di sana.

“Isya Allah. Kami akan datang ke sana dalam waktu dekat,” kata Murdani.[] mediaaceh.co

  • 51
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved