Mahathir Mohamad Batalkan Proyek MRT Fase 3

Kuala Lumpur, Mercinews.com — Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengumumkan akan membatalkan projek MRT Fase 3. Keputusan itu diambil setelah sebelumnya ia juga tidak akan meneruskan proyek Kereta Api Berkecepatan Tinggi Kuala Lumpur-Singapura (HSR) bernilai 110 miliar ringgit Malaysia, setara dengan Rp385 triliun (kurs Rp3.500 per ringgit).

Mahathir mengemukakan hal itu dalam jumpa pers bersama Wakil Perdana Menteri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yasin, di Putrajaya, Rabu (30.5), usai rapat kabinet mingguan.

Pada kesempatan yang sama Mahathir juga mengumumkan beberapa inisiatif untuk rakyat. Inisiatif tersebut di antaranya pemerintah mendirikan dana khas yang dikenali sebagai “Tabung Harapan Malaysia” untuk mempersilakan rakyat Malaysia menyumbang bagi menyelesaikan utang negara.

Baca Juga:  Zakir Naik Tak Diusir, Malaysia-India Punya Kesepakatan Rahasia?

Pemerintah mengumumkan pemberian bayaran khusus 400 ringgit Malaysia untuk pegawai negeri bagi tingkatan 41 dan ke bawah sedangkan 200 ringgit untuk pensiunan yang akan dibayarkan pada 6 Juni 2018.

Pemerintah mengumumkan cukai barang dan pelayanan (GST) akan dihapus pada September tahun ini, dan digantikan dengan cukai penjualan dan pelayanan (SST).

Dia menambahkan, pemerintah mengumumkan harga bahan bakar RON 95 dan diesel akan ditetapkan manakala harga RON97 akan diambangkan mengikuti harga pasar.

Baca Juga:  Anwar Ibrahim Sarankan Najib Segera Cari Pengacara Andal

Pemerintah juga akan memberikan bantuan hidup kepada rakyat untuk menggantikan Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M). “Pemerintah mengumumkan diskon sebanyak 50 persen yang akan diberikan pada Idul Fitri yaitu dua hari sebelum Hari Raya untuk semua jalan tol,” katanya.

Pemerintah setuju membentuk Majelis Penasihat Pertanian Negara dan melaksanakan skema pengawalan harga menyambut hari raya.

Kabinet tidak membincangkan mengenai kedudukan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), tetapi akan berunding dengan ulama Islam pada masa akan datang.
“Kita gagal melakukan banyak amalan Islam, dan agama digambarkan sebagai keras dan memaksa,” katanya lagi.

Baca Juga:  Ngantor Perdana, PM Mahathir: Kami Kembalikan Kejayaan Malaysia

Pemerintah juga akan membangun Pulau Batu Putih (Pedra Branca) milik Malaysia yang menjadi pertikaian dengan Singapura. Mahathir mengatakan kerja sama perdagangan dengan negara luar akan ditentukan menteri kabinet.

Mahathir mengemukakan hal itu di Kuala Lumpur, Senin (28/5), saat jumpa pers dengan media setelah pertemuan puncak utama Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM).

“Ini tidak menguntungkan, itu akan menghabiskan banyak uang. Kami tidak akan menghasilkan uang sama sekali dari operasi ini. Ini hanya sebuah jalur pendek,” katanya.[] Republika

  • 46
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved