Sri Wahyuni: Pelaku Pembacokan Terhadap Firda Maisura Harus Dihukum Mati

Bireuen, Mercinews.com – Sri Wahyuni, Aktivis Penggiat Hak Asasi dan Perlindungan Perempuan, meminta pihak Polres Bireuen untuk membidik pelaku pembacokan terhadap Firda Maisura, dengan pasal pembunuhan berencana dan harus dihukum mati.

Hal ini disampaikan oleh Sri Wahyuni, Kamis (31/5/2018) menyikapinya dinginnya respon stakeholder di Bireuen terhadap percobaan yang dilakukan oleh Aulia remaja asal Gampong Pante Gajah kecamatan Peusangan, terhadap pacarnya yang berasal dari Gampong Cot Buket, kecamatan yang sama.

Dalam pernyataannya kepada acehtrend mantan wartawan di masa konflik Aceh itu menegaskan ada dua hal yang harus dicermati oleh pihak kepolisian, pertama tentang lokasi pembacokan dan kedua kemampuan pelaku untuk menjenguk korban di rumah sakit,setelah upaya pembunuhan gagal dilakukan.

“Pelaku mengaku sakit hati dan cemburu karena korban telah membangun affair dengan lelaki lain dan membacoknya di rumah pelaku, dan kemudian membuangnya ke Bendung Pante Lhong II di Gampong Beunyot, Juli. Ini sangat aneh,” kata Sri Wahyuni.

Bila pembacokan yang nyaris membuat nyawa korban melayang dilakukan di rumah pelaku, mengapa korban tidak minta tolong, kenapa korban tidak berteriak? Kenapa pula dengan sangat santai pelaku setelah membacok bisa memboyong korban ke bendungan yang berjarak belasan kilometer dari kediamannya. Kenapa darah tidak berceceran, padahal lukanya cukup lebar dan dalam serta di bagian wajah.

Anehnya lagi, mustahil tidak ada pelintas lainnya yang tidak melihat wajah korban yang luka mengangga. Serta mengapa pula korban menurut saja tanpa perlawanan?

Baca Juga:  Pelaku Membacok Firda Maisura Karena Sakit Hati, Pelaku adalah Pacar Korban

Keluarga pelaku pun harus ikut diperiksa atas kasus tersebut. “Kalau ia keukeuh mengaku membacok korban di rumahnya, maka seisi penghuni rumah pelaku harus diperiksa oleh polisi, berarti ada pembiaran,” katanya.

“Saya menduga korban dibacok di Bendungan Pante Lhong II, karena di sana korban sempat berteriak minta tolong sebelum jatuh pingsan. Polisi tidak boleh serta merta mempercayai pengakuan pelaku,” kata Sri Wahyuni menambahkan.

Kedua, pelaku punya jiwa psikopat, setelah melakukan pembunuhan yang gagal, masih sanggup mengatur sejumlah skenario lain sebelum akhirnya menjenguk korban di rumah sakit, padahal keluarga korban tahu, sebelum peristiwa pembacokan, korban berangkat menjumpai pacarnya itu.

Untuk itu Sri Wahyuni yang merupakan jebolan Fakultas Hukum IAIN Ar-Raniry dan sedang menempuh strata magister di Unimal, meminta polisi membidik pelaku dengan pembunuhan berencana.

KUHP Pasal 340 soal pembunuhan berencana berbunyi ; “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.”

“Polisi harus membidik pelaku dengan Pasal 340 KUHP, bahwa kemudian korban berhasil selamat, itu di luar dugaan pelaku. Dari cara ia membacok dan serangkai skenarionya, jelas terbaca bahwa pelaku hendak membunuh korban,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia meminta segenap stakeholder di Bireuen memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Polisi harus bekerja maksimal untuk menuntaskan dengan seadil-adil dan menghukum pelaku dengan hukuman mati.

Baca Juga:  Firda Maisura Korban Pembacokan Dirujuk ke RSUZA Banda Aceh

Sebelumnya diberitakan Firda Maisura ditemukan bersimbah darah dengan luka cukup dalam di sepanjang bentangan wajahnya, akibat dibacok oleh Aulia, Senin malam (28/5/2018) pukul 21.30 WIB.

Firda ditemukan oleh sejumlah pemuda Dusun Mane Gampong Beunyot, Juli, yang curiga terhadap sepasang anak manusia berlainan kelamin menuju Bendungan Pante Lhong II di tengah gulita malam dan sudah larut.

Ketika itu Firda sempat berteriak minta tolong dan segera jatuh pingsan setelah berusaha berjalan kaki untuk beberapa saat. []

Foto: Sri Wahyuni (IST)

  • 1.2K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved