Kembali Bergejolak, PBB Peringatkan Gaza di Ambang Perang

New York, Mercinews.com Eskalasi terbaru pertempuran antara Israel dan Hamas Palestina telah mendorong Gaza ke jurang perang. Demikian peringatan yang dikeluarkan utusan PBB untuk Timur Tengah kepada Dewan Keamanan (DK).

Nickolay Mladenov menyampaikan peringatan keras ketika dewan tetap menemui jalan buntu untuk menanggapi gejolak antara militan Palestina di Jalur Gaza dan Israel.

“Rangkaian serangan terbaru ini adalah peringatan untuk semua tentang seberapa dekat kita ke jurang perang setiap hari,” kata Mladenov, yang berbicara melalui tautan video dari Yerusalem seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (31/5/2018).

Dewan bertemu dalam sidang darurat atas permintaan Amerika Serikat (AS). AS meminta DK PBB mengutuk serangan roket oleh Hamas dan Jihad Islam terhadap Israel.

Baca Juga:  Terkait Foto Masjid Al-Aqsa Diganti Kuil Yahudi, Dubes AS Mengaku Ditipu

Tetapi Kuwait, anggota dewan non-permanen yang mewakili negara-negara Arab, memblokir pernyataan yang disusun AS itu. Kuwait beralasan bahwa mereka telah mempresentasikan rancangan resolusi sendiri yang menangani krisis.

Pertempuran pada hari Selasa dan memasuki jam-jam awal Rabu dimulai dengan rentetan roket dan mortir ke Israel dari Gaza, yang mendorong Israel untuk menanggapi dengan serangan terhadap 65 lokasi militan di Jalur Gaza.

Kekerasan ini adalah eskalasi paling serius sejak perang 2014 antara Israel dan Hamas serta setelah berminggu-minggu protes Palestina di mana lebih dari 100 orang Palestina telah ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel.

Baca Juga:  Pertahanan Udara Suriah Tembak Jatuh Rudal Israel

Gaza kembali tenang pada hari Rabu tetapi utusan PBB menyatakan keprihatinan bahwa protes yang sedang berlangsung pada bulan Juni akan menyebabkan kekerasan lebih lanjut.

“Tidak seorang pun di Gaza yang mampu melakukan perang lain,” ujar Mladenov.

Kuwait mendorong pemungutan suara di dewan pekan ini mengenai rancangan resolusi menyerukan “pertimbangan langkah-langkah” untuk perlindungan warga sipil Palestina.

Namun AS, yang memiliki hak veto di dewan, akan menentang tindakan itu, Duta Besar Israel Danny Danon mengatakan pada wartawan.

Baca Juga:  PBB Selidiki Pembantaian di Jalur Gaza, Israel Meradang

“Rakyat Gaza tidak membutuhkan perlindungan dari sumber eksternal. Orang-orang Gaza membutuhkan perlindungan dari Hamas,” kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley.

Dengan dewan yang menemui jalan buntu, Prancis memperingatkan bahwa kegagalan untuk menyetujui tanggapan terhadap krisis Gaza telah merusak Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Keheningan yang semakin berat ini, yang menjadi memekakkan telinga, tidak dapat diterima,” kata Duta Besar Prancis Francois Delattre.

“Ini tidak dapat diterima untuk penduduk Palestina dan Israel, yang terpengaruh oleh konflik ini. Tidak bisa diterima dunia yang mengawasi kita,” katanya.[] Sindonews

  • 220
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved