Ketahuan tak Puasa, 10 Warga Pidie Terancam Hukuman Cambuk

Sigli, Mercinews.com – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kabupaten Pidie mengamankan sepuluh warga di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Sabtu (2/6/2018).

Mereka diamankan setelah kedapatan bermain judi gaplek (domino) di salah satu warung di kawasan tersebut.

Kasatpol PP dan WH Pidie, Iskandar, mengatakan sebelumnya pihaknya menerima laporan masyarakat bahwa ada praktek perjudian dan jual beli makanan di salah satu warung di kawasan tersebut.

“Setelah kita terima laporan beberapa waktu lalu, hari ini kita lakukan pengerebekan,” kata Iskandar.

Baca Juga:  Pakar: Hukuman Cambuk Bisa Ditambahkan pada Koruptor di Aceh

Benar saja, saat personil Satpol PP dan WH mendatangi warung tersebut, para tersangka sedang asyik bermain domino.

Sementara sebagian lainnya tertangkap tangan sedang transaksi jual beli makanan di siang hari bulan Ramadan.

Hal ini baru terbongkar setelah personil Satpol PP dan WH Pidie menyamar sebagai pembeli.

Mereka yang diamankan masing-masing, Wah (30), MY (59), MA (45), An (48), M (61), MI (37), Jam (30), Jam (67), Zak (63) dan MJ (30).

Semuatersangka merupakan warga Kecamatan Pidie.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kue dan kopi. Serta kartu domino dan uang pecahan,” ujar Iskandar.

Baca Juga:  Baru Habis Melahirkan, Terpidana Zina di Pidie Gagal Dicambuk 100 kali

Saat ini, para pelaku pelanggar syariat tersebut masih dimintai keterangan oleh tim penyidik.

Empat tersangka melanggar Pasal 10 Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelakasaan syariat Islam bidang aqidah ibadah, dan syiar Islam.

Bagi penjual makanan di siang hari bulan Ramadan diancam satu tahun penjara, atau denda Rp 3 juta, atau enam kali hukuman cambuk di depan umum dan akan dicabut izin usaha.

Kemudian bagi pembeli yang tidak berpuasa terancam penjara paling lama 4 bulan atau cambuk di depan umum sebanyak dua kali.

Baca Juga:  Terdakwa Prostitusi Online di Lhokseumawe Akan Dihukum Cambuk didepan umum

Sementara bagi mereka yang kedapatan berjudi domino dijerat dengan Pasal 8 Qanun 6 Tahun 2014 tentang hukum jinaya, dengan ancaman uqubat cambuk paling banyak 30 kali dan paling ringan 12 kali.

Selain itu, bagi yang menyediakan tempat permainan judi tersebut juga terancam hukuman 45 kali cambuk di depan umum.

“Kasus gaplek langsung ditangani polisi, dan perkara pelangar syiar Islam ditangani pihaknya ,” ujar Iskandar.[]

  • 3K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved