Jenazah Cahya Nur Alam akan Dimakamkan di Komplek Makam Sultan Iskandar Muda

Banda Aceh, Mercinews.com – Telah meninggal dunia (wafat) Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim, tanggal 21 Ramadhan 1439 / 6 Juni 2018, Pukul 06.45 Wita di RS Kota Mataram – NTB. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl.Kesra Raya No.124, Perumnas Tanjung Karang, Mataram, NTB.

Akademisi dan pemerhati sejarah, Muhammad Adli Abdullah Bawarith, mengatakan, menurut informasi dari Tuanku Raja Yusuf, yang merupakan adik dari Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam bahwa jenazah almarhumah akan dikebumikan di Aceh.

Baca Juga:  Ditemukan Gua Berusia 7.400 tahun Bekas Tsunami Melanda Aceh

“Kemungkinan jenazah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam akan dimakamkan di samping ayah beliau, Tuanku Raja Ibrahim, di Baperis,” kata Adli Abdullah, yang dekat dengan keluarga cucu sultan tersebut, kepada portalsatu, Rabu, 6 Juni 2018.

Baca Juga:  Khadam Makam: 14 Ramadan Hari Wafatnya Tgk Di Anjong

Baperis (Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda) merupakan kompleks makam Sultan Iskandar Muda, yang di sana ada makam Sultan Besar Sultan Mansur Syah. Berada di samping Museum Aceh, dan di sisi Meuligoe Gubernur Aceh.

Sebagaimana diketahui, Yang Mulia (YM) Sultanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuwanku Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah. Sultan Muhammad Daodsyah merupakan sultan Aceh Darussalam yang terakhir, yang memimpin perang melawan Belanda.

Baca Juga:  Sosok Pendiri GAM Hasan Tiro, 3 Juni 2010-3 Juni 2018

Setelah puluhan tahun, beliau ditangkap dan ditawan dibuang ke Rawamangun, Jakarta. Makam Sultan Muhammad Daodsyah berada di Rawamangun, Jakarta Timur.[]

  • 98
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved