Pemerintah Aceh akan Sambut Jenazah Cucu Sultan Aceh Yang Meninggal di RS Mataram

Banda Aceh, Mercinews.com – Pemerintah Aceh akan menyambut secara resmi jenazah almarhumah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah, yang wafat pada 21 Ramadhan 1439/6 Juni 2018, pukul 06.45 WITA di RS Kota Mataram, NTB.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Rahmad, S.Sos., mengatakan, informasi awal bahwa jenazah almarhumah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam, akan diberangkatkan dari Jakarta ke Aceh pada Rabu, sekitar pukul 18.00 WIB/sore.

“Menurut informasi yang kita dapatkan tadi demikian, cuma saya belum konfirmasi ke Jakarta apakah sesuai jadwal itu atau tidak. Tetapi saya mengecek terlebih dahulu, siapa tahu ada perubahan jadwal,” kata Rahmad, dikonfirmasi,Rabu, sekitar pukul 16.05 WIB.

Menurut Rahmad, Pemerintah Aceh akan menyambut secara khusus atas kedatangan jenazah almarhumah cucu Sultan Aceh itu.

“Kita juga akan melihat kembali soal jadwal Pak Gubernur Aceh. Untuk saat ini belum bisa kita sampaikan, karena itu bisa disesuaikan,” ujar Rahmad.

Sebelumya, Sejarawan Aceh, Nia Deliana, meminta Pemerintah Aceh menyambut secara resmi jenazah almarhumah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim, yang wafat di RS Kota Mataram, NTB, dan dipulangkan ke Aceh.

“Pemerintah Aceh dan gubernur sepatutnya mengambil peran paling depan dalam proses pengebumian jenazah cucu Sultan Aceh Darussalam terakhir. Dimulai sejak proses kedatangannya di Bandara Sultan Iskandar Muda,” kata Nia Deliana, kepada portalsatu, dari Istanbul, Turki, Rabu, 6 Juni 2018.

Baca Juga:  Perusahaan Korea Selatan Rencanakan Investasi Krueng Tripa 

Nia Deliana, kandidat doktor jurusan Sejarah dan Peradaban di Universiti Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM) ini mengatakan, penyambutan dan penghormatan itu demi menunjukkan pada generasi Aceh bahwa Pemerintah Aceh tidak lupa dengan perjuangan leluhur Sultanah Cahya Nur Alam yang karenanya Aceh dan Indonesia terus dikenal sebagai bangsa tangguh, melekat pada generasi saat ini.

“Bahwa Pemerintah Aceh sadar akan harga diri yang rendah jika pengkhidmatan terakhir pada cucu Sultan Muhammad Daodsyah ini saja tidak bisa dilakukan. Bahwa Pemerintah Aceh mengerti generasi Aceh sedang menyaksikan sikap beradab dari penguasa Tanoh Aceh terhadap indatu. Bahwa cucu sultan Aceh terakhir ini layak mendapatkan kehormatan yang tinggi,” kata Nia Deliana.

Seperti diketahui, Sultanah Putro Safiatuddin Cahya Nur selama ini menetap di Mataram, NTB bersama keluarganya. Pada November 2017 lalu, dia diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara di Jakarta untuk menerima plakat dan piagam gelar Pahlawan Nasional atas nama Almarhumah Laksamana Keumalahayati.

Piagam itu diserahkan langsung Presiden Jokowi dalam satu upacara penganugerahan gelar pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis 9 Novermber 2017.

 

  • 258
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved