Mualem Ikut Belasungkawa Atas Wafatnya Cucu Sultan Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya cucu Sultan Aceh,Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim.

Pria yang akrab disapa Mualem ini menuturkan, kepergian cucu terakhir Sultan Aceh adalah kehilangan besar bagi seluruh masyarakat Aceh.

“Geutanyoe ka geutinggai le ureueng chiek sidroe teuk, Jaja nyan nakeuh taloe wareh Sultan si urat teuk,” ujar Muzakir Manaf alias Mualem kepada aceHTrend via telepon seluler, Rabu (6/6/2018). Maksudnya adalah Aceh cembalo kehilangan orang yang dituakan, almarhumah adalah pewaris Sultan Aceh yang tersisa.

Mualem menjelaskan, Jaja, sapaan akrab cucu Sultan Aceh tersebut merupakan salah satu pelaku sejarah yang mampu menjelaskan peristiwa sejarah leluhurnya secara mendetil. Ia mencontohkan, Jaja diibaratkan sebagai gudang manuskrip yang berisi tentang buku-buku sejarah Aceh.

“Kepergian beliau diibaratkan telah kehilangan orang tua dan sekaligus guru sehingga menghambat kita untuk mempelajari sejarah Aceh. Semoga beliau ditempatkan di derajat paling tinggi di sisi Allah SWT,” ujar Mualem.

Sementara itu, mantan pucuk pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini juga mengisahkan kenangan yang tak terlupakan saat dirinya bertemu dengan almarhumah pada zikir akbar dan doa bersama anak yatim bersama keturunan raja-raja se-Aceh di kompleks makam Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pada Oktober 2016 lalu.

Baca Juga:  PuKAT: Meninggal nya Cucu Sultan Aceh Menutup Satu Jendela Aceh pada Dunia

“Watee nyan Jaja pernah geulakee Pemerintah Aceh beu geutem uroh dan puwoe gobnyan u Aceh supaya jeut jak saweu ngon meudoa bak kubu ureueng chik sinoe,” ujar Mualem.

  • 192
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved