Mercinews


Diduga Driver Grab Online Dihajar Sekelompok Orang di kawasan Bandara SIM

IMG 20180608 222313 - Diduga Driver Grab Online Dihajar Sekelompok Orang di kawasan Bandara SIM

Banda Aceh, Mercinews.com– Sebuah video berdurasi 19,29 detik yang menggambarkan tindak kekerasan terhadap seorang pengemudi mobil beredar di sejumlah grup WhatsApp, sejak sore hingga malam ini.

IMG 20180608 234526 - Diduga Driver Grab Online Dihajar Sekelompok Orang di kawasan Bandara SIM

Belum diketahui siapa pengemudi maupun orang yang merekam video dan menyebarkan pertama sekali. Juga belum diketahui siapa pengemudi yang dalam video itu terlihat dihajar oleh sekelompok laki-laki sambil mengeluarkan kata-kata makian yang terdengar sangat tidak etis menggunakan bahasa Aceh.

Dalam video itu juga terlihat korban tidak melawan meski disorong secara bergantian oleh kelompok pelaku. Sebuah pukulan terlihat sempat mendarat di bagian wajah korban menyebabkan pelipisnya berdarah.

Baca juga:  Polisi di Aceh Besar Gelar Zikir untuk Korban di Mako Brimob

Selain terdengar kata-kata makian, pelaku sempat pula mengatakan dalam bahasa Aceh yang artinya “sudah kubilang jangan masuk ke mari kau masuk juga.”

Pantauan hingga tadi malam kasus itu menjadi pembicaraan serius di grup komunitas driver Grab Car. Beberapa anggota grup meyakini korban adalah driver Grab Car namun lokasinya belum diketahui. Tapi kejadiannya hampir bisa dipastikan di kawasan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar pada Jumat siang atau sore, 8 Juni 2018.

Beberapa driver Grab yang ditanyai mengatakan belum tahu identitas korban karena sejauh ini belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan maupun pihak kelurganya.

Baca juga:  Operasi Patuh 2018, Satlantas Aceh Besar Amankan Airsoft Gun dan Senjata Tajam

“Pada prinsipnya kita siap membantu jika ada kawan-kawan seprofesi yang menghadapi masalah. Namun sampai sejauh ini belum ada informasi apapun yang kita terima,” kata seorang driver.

Sumber-sumber di kalangan driver sebenarnya berharap kasus seperti yang dialami korban harus dibawa ke jalur hukum agar tidak ada kesewenang-wenangan di lapangan apalagi sampai main hakim sendiri. “Kita belum tahu apa langkah yang dilakukan pihak korban, mungkin saja sudah menyelesaikan sendiri tanpa perlu keterlibatan kita (secara perkumpulan). Makanya kami masih dalam posisi menunggu,” demikian sumber di kalangan driver Grab.

Ini Videonya:

loading...

Comments