Berakhirnya “Perang Dingin” Irwandi Yusuf Vs Samsul Rizal

Banda Aceh, Mercinews.com – Kisruh tentang pelantikan Ir. Nizarli, M.Eng., sebagai Kepala ULP Propinsi Aceh, berakhir dengan damai. Melalui surat resminya Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh mengajukan “peminjaman staf” Universitas Syiah Kuala untuk diperbantukan pada bagian penting di Pemerintah Aceh. Samsul Rizal pun mengiyakan, kisruh pun selesai.

“Perang” ini dimulai sejak Senin (16/4/2018) ketika Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melantik sembilan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Aceh. Salah satu yang dilantik kala itu adalah Ir. Nizarli, M.Eng., sebagai Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh.

Atas pengangkatan itu yang tidak sesuai dengan prosedur, Rektor Unsyiah tetap pada sikapnya, ia menolak memberikan surat izin kepada Nizarli untuk duduk di jabatan yang diamanahkan oleh Pemerintah Aceh.

“Selama tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan, saya tidak akan keluarkan surat izin itu,” tegas Rektor, seperti yang dilansir AJNN, 30 Mei 2018.

Dilansir Modus Aceh pada 4 Mei 2018, Irwandi mengungkapkan, sesungguhnya dia berani melantik Nizarli sebagai Biro Pengadaan Barang dan Jasa karena memang telah dijanjikan surat izinnya.

Baca Juga:  KNPI Ajak Semua Elemen Hormati Proses Hukum Terhadap Kasus Irwandi Yusuf

“Hari pelantikan itu saya sudah telepon (Rektor Unsyiah), dijanjikan akan diberikan surat, makanya berani saya lantik,” kata Irwandi.

Sementara itu, Ketua YARA, Safaruddin saat mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Kepala ULP Aceh, Nizarli, Rabu (6/6/2018) mengatakan, bahwa pengangkatan Nizarli cacat secara hukum karena tidak mencantumkan izin dari Rektor Unsyiah.

Safaruddin, meminta agar Pengadilan memerintahkan Gubernur untuk segera mengganti/mencopot Nizarli dari Kepala ULP dan meminta Pengadilan untuk membatalkan atau menyatakan tidak sah secara hukum, Surat Penugasan proses Pelelangan Barang dan Jasa yang ditandatangani oleh Nizarli.

Bukan hanya YARA, anggota Parlemen Aceh pun sangat menaruh perhatian atas pengangkatan yang dinilai inprosedural itu. Menurut wakil rakyat, Irwandi telah melakukan sesuatu yang tidak semestinya dilakukan. Bahkan atas beberapa sikap Irwandi, termasuk dalam hal pengangkatan Nizarli, DPRA menilai mantan juru propaganda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu tidak memiliki komunikasi yang baik.
***
Di level atas, melihat bahwa perang dingin yang terjadi antara Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal dengan Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf, merupakan sesuatu yang tidak baik bagi daerah.

Baca Juga:  Tangkap Irwandi Yusuf, KPK Amankan Duit Ratusan Juta

Untuk itu pada acara buka puasa bersama di Mapolda Aceh, Rabu (6/6/2018) sejumlah tokoh Forkompinda bersepakat untuk melakukan upaya “penghangatan” kembali hubungan yang sudah renggang.

Setelah usai buka puasa dan shalat Magrib berjamaah, Kapolda Aceh, Kasdam IM, Kajati Aceh, DPRA, Gubernur, Rektor Unsyiah dan sejumlah tamu penting lainnya, pun duduk bersama membicarakan berbagai persoalan yang sedang membelit Aceh.

Mereka membahas tentang Aceh yang belum menjadi daerah tujuan investasi, kemiskinan, pengangguran, radikalisme dan hal-hal lain.

Di sesi akhir, barulah para petinggi itu membicarakan persoalan “perang dingin” antara Rektor Universitas Syiah Kuala dan Gubernur Aceh.

“Alhamdulillah, keduanya mau berbesar hati, ini menunjukkan kelas mereka sebagai orang penting dan berpengetahuan luas. Mereka sepakat untuk menyelesaikan polemik yang telah menyedot perhatian luas publik di Aceh,” ujar salah satu tokoh yang ikut hadir.

Baca Juga:  Ahmadi Mengakui Beri Uang Proyek ke Irwandi Melalui Ajudannya

Atas dasar kesepahaman untuk menyelesaikan masalah itu, Gubernur Aceh pun mengirimkannya surat permohonan “pinjam pakai” Nizarli sebagai pembantu Pemerintah Aceh di ULP. Samsul Rizal yang sudah melunak pun memberikan signal.

“Suratnya sedang kita selesaikan, ini berdasarkan surat permintaan dari Gubernur Aceh Irwandi Yusuf seusai rapat Forkompinda Aceh seusai buka puasa bersama di Mapolda Aceh,” kata Samsul Rizal, Jumat (8/6/2018) kepada aceHTrend.

Lalu bagaimana dengan upaya YARA yang menggugat keberadaan Nizarli di ULP, dan usaha DPRA untuk mempertanyakan itu secara hukum? Hanya waktu yang akan menjawab hasil akhirnya? Tetap lanjut atau selesai seperti es di terik mentari, seperti biasa.

Sumber foto: Dikutip dari FB Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan koleksi,

aceHTrend

  • 181
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved