Tabung Gas Air Mata Israel Tertancap di Pipi Pria Palestina

Gaza, Mercinews.com – Insiden mengerikan dialami seorang pria Palestina yang sedang demo di perbatasan Gaza pada hari Jumat (8/6/2018). Demonstran itu terkena hantaman tabung gas air mata pasukan Israel di wajah dan tertancap di pipi.

Tabung gas beracun itu tak bisa lepas. Asap berbahaya pun keluar dari mulut korban.

Kejadian itu diabadikan seorang fotografer Reuters di lapangan. Demonstran tersebut bernama Haitham Abu Sabla.

Untuk mengangkat tabung gas air mata yang tertancap di pipi, Haitham harus menjalani operasi.

Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Foto-foto yang diambil fotografer menunjukkan darah berceceran dari wajah Haitham dengan kondisi tabung gas masih tertanam tepat di samping hidungnya. Asap beracun juga nyaris tanpa henti mengepul dari mulut Haitham.

Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Demonstran itu telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi pengangkatan tabung gas air mata. Menurut saudaranya kepada Reuters, Haitham Abu Sabla adalah pembantu reguler dari protes mingguan di perbatasan Gaza-Israel.

Foto/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menindak keras protes selama berbulan-bulan di sepanjang perbatasan Gaza, yang dikenal sebagai aksi Great March of Return. Demo besar ini untuk menandai 70 tahun pengusiran ribuan warga orang Arab Palestina dari tanahnya oleh pasukan Israel.

Baca Juga:  Ratusan Buaya Terdampar di Pemukiman Israel Tepi Barat
Baca Juga:  Israel Ajak 86 Negara Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

IDF telah membunuh 120 demonstran Palestina sejak demo dimulai Maret lalu. Salah satu pembunuhan IDF yang disorot dunia adalah pembunuhan terhadap relawan medis Palestina Razan al-Najjar, 21.

Perawat cantik itu ditembak mati oleh sniper IDF di bagian dada saat menolong demonstran yang terkena hantaman tabung gas air mata pada Jumat pekan lalu. IDF mengklaim penembakan terhadap Razan sebagai ketidaksengajaan.

Baca Juga:  Ahed Tamimi: Perlawanan Terhadap Israel Terus Berlanjut

Alih-alih memproses pelaku penembakan, militer Israel justru mem-framing sosok Razan sebagai perisai manusia untuk Hamas. Framing lewat video itu dibuat dengan memotong kalimat lengkap Raza yang pernah diunggah di media sosial, yang membuatnya seolah-olah bagian dari kelompok Hamas.

Razan al-Najjar bukanlah angel of mercy (malaikat belas kasih) yang ingin digambarkan oleh propaganda Hamas,” kata juru bicara militer untuk bahasa Arab, Avichay Edraee.

“Pengakuannya bahwa dia adalah ‘perisai manusia’ untuk memicu kerusuhan membuktikan bagaimana Hamas menggunakan seluruh penduduk Gaza sebagai amunisi untuk tujuan dan untuk tujuan Iran,” lanjut Edraee yang dikutip Haaretz.[] Sindonews

  • 144
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved