YARA Jangan “Seret” Gubernur Aceh Setelah Kibarkan Bintang Bulan

Banda Aceh, Mercinews.com – Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata meminta Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) untuk tidak menyeret Gubernur Aceh, terkait polemik Qanun Bendera dan Lambang Aceh, yang menyebabkan dirinya diinterogasi oleh Polda Aceh.

Hal ini disampaikan oleh Wiratmadinata, Senin (11/6/2018) menyikapi pernyataan YARA kepada polisi, ketika diinterogasi seusai mengibarkan bendera Bintang Bulan, Minggu (10/6/2018) di kantor LSM yang ia pimpin.

Baca Juga:  Kader PNA Jabat Kepala Perwakilan YARA Aceh Tamiang

“Safaruddin, sebaiknya tak perlu membawa-bawa nama Gubernur dan pejabat Pemerintah Aceh, terkait tindakannya mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Masalah itu adalah urusannya sendiri dengan pihak kepolisian. Jangan melebarkan masalah ke pihak lain. Itu sangat tidak etis,” terang Wira.

Baca Juga:  YARA Minta aparat hukum Usut Dana pelatihan Sikeudes

Seperti diberitakan sebelumnya, di hadapan polisi dari Polda Aceh, Safaruddin mengatakan pengibaran bendera Bintang Bulan oleh masyarakat Aceh tidak menjadi masalah, selama qanunnya tidak dicabut.

“Jadi bagi saya tidak ada masalah jika masyarakat Aceh ingin mengibarkan bendera Bulan Bintang tersebut, kecuali qanunnya sudah dicabut, kalau menjalankan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 bisa ditangkap karena qanunnya bertentangan dengan PP 77/2007, maka tangkap juga gubernur karena menjalankan Qanun 6/2016 yang bertentangan dengan UU 7/2017 dan UU 11/2006,” tegas Safar.[]

  • 181
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved