Karimun Usman Soal Oknum DPRA Begal Dana Beasiswa 2017: Ini Sangat Memalukan

Banda Aceh, Mercinews.com – Politikus senior yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh, Karimun Usman, mengaku sangat prihatin mengetahui adanya beberapa oknum anggota DPRA yang membegal dana beasiswa jalur aspirasi.

“Mereka di dewan dipilih sebagai wakil rakyat bukan malah memakan hak-hak rakyatnya yang sedang menuntut ilmu (mahasiswa). Jika hak mahasiswa saja dimakan, apalagi kalau hak masyarakat biasa. Ini sangat memalukan,” kata Karimun,Rabu (13/6/2018).

Menurut Karimun, apa yang telah menjadi temuan Inspektorat Aceh terhadap pembegalan dana biasiswa Aceh ini memang sangat menyakitkan hati publik Aceh, untuk itu dia berharap agar kasus ini tidak sekedar disiarkan ke publik, melainkan aparat penegak hukum di Aceh harus mengusut tuntas siapa saja yang terlibat.

“Selama ini saya melihat penegakam hukum relatif lemah jika kasus itu melibatkan para politisi, dulu ada dugaan korupsi Rp 650 miliar yang dibuka di depan umum saat debat kandidat calon gubernur Aceh 2017, tapi sampai sekarang belum terungkap siapa yang terlibat,” katanya.

Kemudian, sekarang terungkap lagi yang lebih parah, yaitu dugaan pembegalan dana beasiswa oleh onkum wakil rakyat yang korbannya adalah generasi Aceh yang sedang mempersiapkan masa depan Aceh ke depan.

“Dimana rasa perikemanusiannya sebagai dewan? Kalau demikian wakil rakyat, sebenarnya apa maunya? berarti dia tidak mewakili rakyat selama ini tapi mewakili dirinya sendiri dan kelompoknya,” imbuh Karimun.

Baca Juga:  Kasus Pembegalan Beasiswa Aceh Sudah Diketahui KPK

Sebagai sesama politikus, Karimun mengaku tidak mau menyebutkan dari partai apa dan siapa oknum anggota dewan yang ikut memperkaya diri dengan beasiswa aspirasi tersebut, dia hanya meminta kepada Kapolda, Kajati dan Gubernur Aceh agar menindak semua anggota dewan yang terlibat tanpa memandang siapa dan dari partai apa anggota dewan tersebut berasal, supaya masyarakat melihat dan tahu bagaimana prilaku dewan yang telah dipilih tersebut.

Jangan ketika kasus yang melibatkan masyarakat kecil seperti kasus khalwat, judi dan sebagainya hukum tegak, seolah-olah Aceh hebat sekali karena mencambuk orang di depan publik, sementara mereka yang memakan hak rakyatnya seperti kasus ini hukum juga harus tegak.

“PDIP meminta kepada Kapolda, Kajati dan Gubernur Aceh untuk mengusut tuntas masalah ini, supaya ini tidak terulang lagi ke depan,” katanya.

Menurut Karimun, publik Aceh saat menaruh harapan kepada mahasiswa sebagai pemimpin masa depan untuk kesejahteraan rakyat Aceh, tapi kalau belum apa-apa hak mereka sudah dibegal hak-haknya seperti ini, maka nanti saat mereka bekerja maka juga akan melakukan cara-cara yang sama untuk memperkaya diri sendiri. Karena mereka diajari oleh wakil rakyatnya sendiri, bahwa kalau ada uang 10 dipotong 7 maka sisanya yang 3 baru diserahkan pada si penerima.
Ini adalah upaya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya dengan cara-cara yang tidak patut.

Baca Juga:  MaTA: Dari 29 Anggota DPRA, 9 Terlibat Begal Dana Beasiswa 2017

“380 mahasiswa dibegal hak-haknya, bayangkan itu bukan sedikit, ini yang sudah bersuara, belum lagi yang belum bersuara. Maka sebelum hal ini berjalan atau terlanjur semua selesai oleh mereka maka harus diselesaikan mereka yang melakukan itu,” tegasnya.

Sebagai politikus senior, Karimun mengaku heran kepada para oknum dewan yang masih mencari kekayaan dari hak milik orang lain. Padahal, dengan gaji, fasilitas dan tunjangan yang diberikan negara kepada mereka sudah lebih dari kata cukup, sehingga tidak perlu lagi melakukan cara-cara yang haram apalagi yang dijual adalah mahasiswa untuk kepentingan diri sediri.

Maka untuk ke depan, pria yang pernah menjadi anggota DPR RI itu berharap agar masyarakat Aceh sebelum memilih harus jeli melihat terlebih dahulu jejak karir calon wakilya, apakah bisa dijadikan wakil rakyat atau tidak, agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi.

“Jika sudah terjadi maka tidak ada pilihan lain selain mereka harus bertanggungjawab dan saya minta kasus ini harus ditindak secara tuntas,” tegasnya.[] acehtrend

  • 38
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved