Bos Sabu Abdullah dan 10 Napi Narkoba Lainnya Tidak Berada Didalam Lapas

Aceh Timur, Mercinews.com – Terpidana kasus narkoba asal Aceh Timur, Abdullah (39) terpidana 20 tahun dalam kasus kepemilikan 75 Kg sabu yang juga dikenal sebagai bos sabu positif tidak berada didalam Lapas Narkotika Langsa sejak beberapa hari lalu hingga berita ini dilansir, Kamis (14/6/2018).

Informasi yang diterima Redaksi, Abdullah dikeluarkan dari lapas narkotika langsa tanpa memenuhi aturan yang berlaku atau secara ilegal.

Ironisnya bukan abdullah seorang namun ada 11 napi bos narkoba lainnya yang hukuman tinggi juga tidak berada didalam lapas narkotika sejak beberapa hari lalu.

Para napi narkoba lainnya yakni Fadil, Agus Rendi,Alem,Alif,Khairol,Iskandar,Gilang,Iskandar,Sitos dan Nasir Pereulak.

Sementara itu Plt Kalaps Narkotika langsa Agus Mulyono Bc.IP sampai berita ini dilansir belum dapat dihubungi guna meminta konfirmasi terkait keberadaan para napi bos di luar lapas narkotika.

Baca Juga:  Kasus Narkoba, Dua Warga Ranto Peureulak Diamankan Petugas

Seperti diketahui  Abdullah telah menempati Lapas Narkotika Langsa, sejak tanggal 29 Juli 2017 setelah sebelumnya menghuni Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banda Aceh..

Pemindahan Abdullah berdasarkan surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI Kantor Wilayah Aceh Nomor: W1.Pk.01.01.01-544 tanggal 24 Juli 2017. Dalam surat itu menyebutkan, napi Abdullah dipindahkan dari Rutan Negara Kelas II B Banda Aceh ke Lapas kelas III Narkotika Langsa.

Catatan Redaksi Abdullah adalah satu dari lima tersangka sindikat sabu yang ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polres Aceh Timur, dan Brimob Subden 2 Aramiah, pada Februari 2015 lalu.

Seperti dilansir harian serambi tertanggal 14 Juni 2018, Penangkapan kelima tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sabu-sabu seberat 75 kilogram di kawasan Alue Bu, Peureulak Barat, Aceh Timur, Minggu (15/2/2015). Selain sabu-sabu dalam jumlah besar, aparat juga menyita dua pucuk senjata api laras panjang jenis SS1 dan M16, serta dua pucuk pistol rakitan.

Baca Juga:  Penggerebekan di Fat Karaoke Banda Aceh, Seorang Perempuan Positif Narkoba

Pada Selasa (16/2/2017), kelima tersangka beserta barang bukti 77,35 kg sabu, diboyong ke Jakarta oleh Badan BNN untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan pengembangan kasus peredaran sabu berjaringan internasional. Pihak BNN juga menyita aset milik tersangka Abdullah, karena diduga dari hasil pencucian uang, yaitu tiga alat berat jenis ekskavator, beberapa mobil mewah, tanah kosong 313 hektare (ha), dan 323 ha lahan pohon sawit dan karet di Aceh Timur.

Setelah melalui serangkaian persidangan, pada Senin (21/12/2015), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, menjatuhkan vonis mati terhadap Abdullah. Hakim Ketua, Sulthoni SH MH yang memimpin persidangan menyebutkan, Abdullah terbukti secara sah dan bersalah melakukan permufakatan jahat dalam penggunaan narkotika.

Baca Juga:  Dua Tersangka dan Satu Kilogram Sabu Diamankan Polisi di Gampong Guci

Putusan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Idi yang dibacakan pada persidangan sebelumnya.

Namun belakangan, Abdullah urung (batal) dihukum mati karena hukumannya diturunkan menjadi hukuman badan, 20 tahun penjara. Putusan ini dikeluarkan oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) atas permohonan kasasi yang diajukan empat terdakwa kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 78,1 kg. Dari keempat terdakwa yang mengajukan kasasi, hanya Abdullah bin Zakaria —yang selama ini dikenal sebagai bos sabu—yang mendapat keringanan hukuman. Sementara tiga rekannya, yaitu Hamdani Razali (36), Hasan Basri (35), dan Samsul Bahri (35), tetap divonis hukuman mati.(Red/Srb)

Sumber: Statusaceh.net

  • 674
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved