Donald Trump Ancam Kirim 25 Juta Orang Meksiko ke Jepang

Quebec, Mercinews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat rentetan pernyataan keras. Dia menyerang Presiden Prancis, Perdana Menteri Jepang, hingga Perdana Menteri Kanada.

Trump mengancam Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, mengirim 25 juta orang Meksiko ke Jepang. Ancaman itu ada dalam satu surat aneh yang mengejutkan para pemimpin yang bertemu di forum G7.

Dilansir AFP, Sabtu (16/6/2018), ancaman mengejutkan ini muncul dari arena pertemuan G7 di Kanada, Jumat (15/6/2018) waktu setempat. Pertemuan diwarnai perdebatan sengit soal isu imigran, terorisme, dan perdagangan.

Baca juga:  Misteri 'Pesawat Kiamat' di Atas Gedung Putih saat Serangan 9/11

Pertemuan tujuh negara demokrasi industrial itu berakhir dengan kekacauan setelah Trump tiba-tiba menolak pernyataan mufakat. Trump menyerang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Pada satu poin, Trump mendeskripsikan perkara imigran sebagai masalah besar untuk Eropa. Trump kemudian berkata ke Shinzo Abe.

“Shinzo, Anda tidak punya masalah seperti ini. Tapi saya akan mengirimi Anda 25 juta orang Meksiko dan Anda akan keluar dari kantor Anda segera,” kata Trump yang menyulut kejengkelan dalam ruangan. Kata-kata Trump ini diceritakan oleh pejabat Uni Eropa.

Baca juga:  Kanada Gelontorkan USD 30 Juta untuk Bantu Warga Palestina

Topik beralih ke soal Iran dan terorisme. Trump kemudian menyasar Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Anda harus tahu tentang ini, Emmanuel, karena semua teroris ada di Paris,” ujar Trump.

Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker juga diserang dan secara berulang-ulang dideskripsikan Trump sebagai seorang “pembunuh brutal”. Dia merujuk pada kubu antikartel dan pajak denda melawan perusahaan teknologi AS yang nilainya mencapai miliaran Dolar.

Perbedaan tajam soal perdagangan mendominasi pertemuan ini. Para pemimpin dunia dengan ekonomi tingkat atas bersikap melawan ancaman Trump yang ingin memaksakan tarif pada impor besi dan alumunium.

Baca juga:  Senat Kanada Loloskan RUU Legalisasi Ganja

Setelah menolak pernyataan bersama, Trump dan para pembantunya menyerang Trudeau. Trump menuding Trudeau sebagai sosok yang tak jujur dan pengkhianat.

Pada Jumat (15/6), Trump menolak laporan soal perselisihan, menyalahkan “Media Pembikin Berita Palsu” di Twitter, media yang dia maksud itu telah memberi foto yang salah tentang dirinya, yakni foto saat Trump tampak baik-baik saja bersama para pemimpin negara di G7. (detikcom)

  • 52
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved