Apa Karya: Elit Politik Aceh, Lage Keubiri Leupah Ubat

Zakaria Saman

Pidie, Mercinews.com– Terletak di pusat kota Keumala, Kabupaten Pidie, rumah warna putih itu berpagar besi kokoh dengan pintu gerbang yang terbuka. Diapit pagar berlapis beton tinggi, mata bebas melihat seisi halaman rumah dengan pepohonan rindang memayungi taman mungil.

Sejumlah mobil terparkir rapi di halaman rumah. Begitu juga sejumlah pria terlihat duduk di balai yang terletak di pekarangan samping.

“Neupiyoh syedara, Apa na di dalam ngon jamee dari Banda Aceh (silahkan mampir, saudara. Apa ada di dalam bersama tamu dari Banda Aceh),” ujar salah satu pria kepada saya, Senin (18/6/2018).

Apa adalah sapaan akrab untuk Zakaria Saman. Maklum, rumah milik mantan Menteri Pertahanan GAM ini masih terlihat ramai sejak Sabtu kemarin. sosok yang akrab disapa Apa Karya ini terlihat menyambut para tamu yang silih berganti datang untuk bersilaturahmi.

Baca juga:  Apa Karya Siap Jadi Saksi Jika Diminta KPK, Terkait Kasus Rp650 Miliar

“Katamong u dalam laju. Bahpih jamee nyoe ramee bacut (masuk ke dalam. Biarpun tamu hari ini lumayan ramai),” ujar Apa Karya seraya menyalami aceHTrend.

Sembari menikmati sirup manis Liberty (Stroop Cap Patong-red), minuman wajib yang disediakan saat lebaran Idul Fitri dan Idul Adha. Apa Karya mulai berkisah tentang penggalan – penggalan kisah hidupnya. Mulai dari kenangan masa kecilnya yang banyak dihabiskan di kampung halamannya di Keumala dan Tangse. Terlalu banyak kisah dan riwayatnya sehingga tidak sepenuhnya ditulis disini.

Sebenarnya, Apa Karya merupakan sosok yang enak diajak bicara. Kritikan yang dibarengi dengan pepatah khas Aceh-nya lumayan mengocok perut.

Kini, Apa Karya menghabiskan waktu dengan aktivitas sehari-harinya bersama sanak keluarganya, ketimbang terjun ke dunia politik. Ia beralasan, berhenti di dunia politik tidaklah mengubah konsep dan padangannya dalam membangun Aceh.

Baca juga:  Apa Karya: Irwandi Yusuf Kaleuh Lon Peuingat

“Jinoe bah loen duek seungap mantong, han ek lee tajak jampu politek. Buet nyan bah ijak gob mantong,” ujar Apa Karya.

Mantan Tuha Peut Partai Aceh ini mengaku gerah dengan perilaku segelintir oknum elit politik di Aceh. Pasalnya, perdamaian Aceh yang sudah ditandatangi satu dekade lebih belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Aceh banyak.

“Meunyoe beutoi dijak peugot Aceh hana lagee nyoe rupa. Damee kaleuh, cuma buet hana jalan,” ujar Apa Karya.

Sebagai salah satu tokoh elit GAM yang juga terlibat dalam proses perjanjian damai MoU Helsinki, ia hanya meminta agar elit pemerintah Aceh untuk terus bersinergi dalam membangun Aceh. Pasalnya, kesejahteraan dan kemakmuran akan terwujud bila elit pemerintah mau bersatu dan duduk bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh.

“Jinoe watee takalon elit politik Aceh lagee keubiri leupah ubat (sekarang ini ketika kita lihat elit politik Aceh seperti biri-biri kelebihan minum obat),” ujar Apa Karya.

Baca juga:  Apa Karya: Irwandi Yusuf Kaleuh Lon Peuingat

Apa Karya menjelaskan, pepatah Aceh itu diibarakat sebagai elit politik Aceh yang berambisi besar terhadap kekuasaan. Pasalnya, kata Apa Karya lagi, elit pemerintah Aceh tersebut beranggapan dirinya bisa berbuat banyak untuk pembangunan Aceh. Untuk mencapai hasrat tersebut, mereka akan melakukan segala cara supaya memuluskan segala keinginannya meski dirinya tidak memiliki kemampuan sedikitpun.

“Watee keubiri nyan leupah ubat, ban mandum dipok. Peu keuh tembok raya, mandum nyan rubah dipok, hana sadar ulee ka lhue (ketika biri-biri itu sudah kelebihan minum obat, semuanya sanggup diseruduknya. Apakah itu tembok besar, semunya habis diseruduknya, tidak sadar kalau kepalanya sudah terluka),” ujar Apa Karya.[] acehtrend

  • 689
    Shares

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Ikuti Facebook

Copyright © 2019 Mercinews.com. All Rights Reserved