Pesawat yang Membawa UAS Delay, Ulama Aceh Wacanakan Beli Pesawat

Aceh Besar, Mercinews.com – Warga Sibreh, Aceh besar dan Aceh kecewa karena pewasat yang tumpangi Ustad Abdul Somad (UAS) Safari Dakwah ke Aceh kembali alami delay.

Jadwalnya UAS berangkat dari Bandara di Pekan Baru – Transit di Kualanamu Medan – Bandara SIM Aceh, Senin (2/7/18) malam.

UAS yang dijadwalkan tiba pukul 22.00 WIB, harus karena bergeser jadwal karena delay pesawat.

Informasinya ia akan tiba ke Sibreh, Aceh Besar tempat ia akan menyampaikan ceramah sekitar pukul 00.00 WIB.

Jamaah menunggu kedatangan Ustaz Abdul Somad di Masjid Sibreh, Aceh Besar, Senin (2/7/2018) malam.

Sehingga ulama Aceh mewacanakan pembelian pesawat sendiri untuk kebutuhan dakwah kedepan.
Tidak diragukan lagi sifat kedermawanan muslim Aceh ketika agama Allah membutuhkannya.

Baca Juga:  Tolak Jadi Cawapres, UAS: Saya Sampai Mati Jadi Ustaz

RI 001 Dakota RI-001 Seulawah atau Indonesian Airways 001 yang ada di Taman Mini Indonesia Indah dan replikanya di Blangpadang jadi bukti sejarah yang tak terbantahkan.

Abu Sibreh atau Lem Faisal, sapaan akrab Tgk H Faisal Ali selaku penanggungjawab Tabligh Akbar di Sibreh mengatakan, rencana besar itu bukan karena terjadi keterlambatan Ust Abdul Somad ke daerahnya.

Namun sudah jauh hari wacanakan oleh Abu Sibreh sepulang takziah salah seorang anggota KWPSI di warkong Wim 69, Samahani.

“Saya pikir ini momen yang paling tepat kembali kita bantu dakwah Islam agar tidak hambatan.
bayangkan ribuan warga larut dalam kekecewaan,” terang Lem Faisal.

Menurutnya, Pesawat pribadi untuk UAS maupun dai lainnya sudah menjadi tuntutan untuk mempermudah jalannya dakwah dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga:  Sudutkan Ulama Aceh, Alumni Dayah Tanoh Mirah Kutuk Pernyataan Ustaz Farhan

Mawardi Ali selaku Bupati Aceh Besar bersama panitia sudah bersedia membantu dan menggalang dana,” ujarnya.

Dakwah beberapa waktu lalu saat akan dakwah di Blangpidie, UAS juga mengalami delay.

“Dan di Aceh, saya tidak meragukan sedikitpun rencana mulia itu. Pendahulu kita sudah berbuat, tentunya kita juga mesti berbuat untuk menolong dai illallah sesuai dengan direncanakan di seluruh nusantara hingga Asia Tenggara bahkan dunia,” ujar Ustad Fadhil Rahmi selaku tim Tafaquh dan ketua IKAT Aceh.

Saat ini sudah ada sejumlah Ormas Islam yang bersedia jadi panitia penggalangan dana, antara lain, IKAT Aceh, ACT, TASTAFI ACEH, FPI Aceh, GSR Aceh dan sejumlah ormas lainnya.

Tgk Mustafa Husen Woyla, Jubir FPI Aceh menambahkan, Aceh terdiri dari 18 kabupaten, 5 kotamadya, 289 kecamatan, dan 6.497 gampong.

Baca Juga:  Surya Paloh Silaturahmi dengan Ulama Aceh

Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 5.152.887 jiwa.

Jika harga jet pribadi Rp 4 Miliar maka perkecataman cuma Rp 13.840.830, sebuah nominal yang sangat kecil bagi muslim Aceh yang berdarah dermawan ini.

Para ulama mengajak masyarakat Aceh kembali menjadi “Nyak Sandang” generasi baru, kirim infaq terbaik berupa emas, perhiasan, akta tanah, barang berharga atau kirimkan langsung ke Bank Muamalat, No Rek. 2410033243 a.n KAFALAH IKAT ACEH atau Bank Aceh Syariah, No Rek 61302200456789 AN KAFALAH IKAT ACEH.

Simpan bukti pengiriman diantar ke sektariat IKAT Aceh, depan mesjid Lamgugop, Banda Aceh atau hubungi langsung HP/WA Ust Muhammad Fadhil Rahmi +6285210111000.

Sebagai pembuka, Abu Sibreh/Lem Faisal selaku wakil MPU Aceh sudah menyerah Rp 1 juta. Serambi

  • 476
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved