5 Proyek Irigasi Tak Sesuai Prosedur, Rustam Effendi: Ini Tak Boleh Diitolerir

Pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi. Foto:

Banda Aceh, Mercinews.com – Pengamat ekonomi Aceh dari Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi angkat bicara terkait lima paket proyek pembangunan irigasi pada Dinas Sumber Daya Air Aceh yang terkesan dipaksakan tanpa perencanaan yang matang.

Menurut Rustam, dalam Peraturan Gubernur Nomor 09 Tahun 2017 dan Pergub Nomor 81 Tahun 2017 sebenarnya sudah jelas diatur bagaimana proses usulan program dan kegiatan tiap tahunnya, baik dari sumber dana Tambahan Dana Bagi Hasil Migas dan Otsus

“Dalam Pasal 18 Pergub Nomor 09 Tahun 2017 ayat 1 dan 2, jelas disebut bahwa untuk usulan program dan kegiatan yang dibiayai dengan dana Tambahan Dana Bagi Hasil Migas harus dilengkapi dengan dokumen pendukung. Dokumen-dokumen pendukung tersebut diantaranya rekomendasi kesesuaian dengan tata ruang, DED, TOR, FS, SID AMDAL, dan lain lain Selain itu, jika terkait dengan lahan, harus memiliki Sertifikat atau Bukti Kepemilikan lahan yang Sah,” kata Rustam

Baca Juga:  Dinas PUPR Aceh Alokasikan Rp 95 Miliar untuk Biayai 26 Kegiatan DOKA di Bireuen

Kata dia, dalam Pergub itu juga disebutkan bahwa semua dokumen pendukung harus disampaikan bersamaan dengan usulan program kegiatan, paling lambat 14 hari sebelum Musrenbang RKPA.

“Harus diingat, bahwa salah satu tujuan adanya Pergub adalah untuk menyediakan petunjuk bagi para pihak (SKPA dan Pemkab/Pemko) dalam mengusulkan program kegiatan sesuai kriteria yang telah dibuat dan mempertimbangkan aspek prioritas pembangunan Aceh. Sasaran dari Pergub pun sangat baik, yaitu menciptakan sinkronisasi dan sinergitas baik secara keseluruhan program maupun antar program/kegiatan pembangunan tiap tahunnya,” kata Rustam

Atas dasar itu Rustam berharap semua pihak yang terlibat dalam proses usulan program kegiatan hendaknya komit untuk berpegang pada aturan yang sudah ada.

Menurutnya, tanpa berpijak pada aturan Pergub tersebut, dalam artian mengabaikan keberadaan Pergub nomor 09 Tahun 2017 maupun Pergub perubahannya Nomor 81 tahun 2017) tersebut, ada usulan program kegiatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung, ini berarti telah sengaja melabrak aturan yang telah dibuat sendiri.

Baca Juga:  Dukung DPRA Revisi Qanun Otsus, Bupati-Wali Kota di Aceh Ingin Pembagian 50:50

“Tindakan ini tidak boleh ditolerir, apalagi jika usulan program kegiatan itu tidak mengindahkan prioritas program pembangunan, tidak sinkron, dan dapat mengganggu sinerjitas antar program kegiatan,” kata Rustam.

Rustam menambahkan, untuk usulan program kegiatan yang terkait dengan sektor ekonomi, misalnya jika tidak benar-benar didasarkan pada prioritas kebutuhan daerah yang benar-benar riil akan berimplikasi buruk bagi capaian kinerja ekonomi daerah, termasuk dalam menyediakan lapangan kerja dan mengentaskan persoalan kemiskinan yang sudah sangat mendesak.

Tidak hanya memboroskan penggunaan sumberdaya (material dan finansial), tapi juga akan membuat Aceh tidak punya fondasi ekonomi yang kuat, terutama untuk mengantisipasi ketiadaan dana otonomi khusus pasca Tahun 2027 nanti.

Baca Juga:  Haji Uma Tinjau Proyek Bermasalah di Aceh Tamiang

Dalam konteks ini kata Rustam, kedudukan TAPA secara khusus juga pihak Bappeda Aceh, hendaknya berada di garda depan dan diharapkan dapat menjadi “penyaring” setiap usulan program dan kegiatan, baik yang diusulkan pihak Pemerintah Aceh maupun pemkab/pemko.

“Bappeda harus mampu mendesain dan memformulasi arah pembangunan daerah dengan mencermati secara teliti apa kebutuhan dan prioritas daerah. Harus diingat, Aceh sudah lampu kuning. Persoalan pembangunan belum mampu terselesaikan/tertangani, sementara masa menikmati berkah dana otonomi khusus sudah hampir berada diujung perjalanan. Sudah saatnya kita serius. Jangan sampai kita hnya mengejar kepentingan jangka pendek, tapi tega mengorbankan kemaslahatan jangka panjang,” kata Rustam Effendi.[]

  • 28
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved