Beberapa Jurnalis Terluka Saat Kericuhan di Sidang Najib Razak



Kuala Lumpur, Mercinews.com – Beberapa jurnalis mengalami luka-luka ringan saat meliput persidangan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur hari ini.

Menurut seorang reporter asing, insiden itu terjadi saat kericuhan seiring Najib memasuki pintu utama gedung pengadilan. “Itu terjadi pada beberapa lainnya (juga) saat kami mencoba mengambil foto Najib,” ujar wartawan yang menolak disebut namanya.

“Dua reporter lainnya dan dua fotografer juga terluka,” imbuhnya kepada kantor berita Malaysia, Bernama dan dilansir The Star, Rabu (4/7/2018).

Menurut reporter asing tersebut, seorang reporter perempuan pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan setelah dirinya mengalami mimisan saat keributan tersebut.

Tidak diketahui jelas bagaimana kericuhan tersebut bisa terjadi. Kepala kepolisian Kuala Lumpur, Mazlan Lazim mengatakan, hal ini dikarenakan area tersebut merupakan zona terlarang dan ada aturan-aturan yang yang harus dipatuhi. Dia pun mendesak awak media dan publik untuk tidak melakukan apapun yang melanggar aturan.

Sebelumnya, para jurnalis yang meliput persidangan Najib di gedung Kompleks Pengadilan Kuala Lumpur telah diminta untuk mematuhi aturan dan instruksi polisi.

Najib ditangkap penyidik Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) di kediaman pribadinya di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur pada Selasa (3/7) sore kemarin. Penangkapan ini terkait penyelidikan terhadap SRC International, bekas unit perusahaan 1MDB. Bukti yang didapat MACC akhir tahun 2015 menunjukkan aliran dana sebesar US$ 10,6 juta atau setara 42 juta ringgit (Rp 146 miliar) dari SRC International telah ditransfer ke sebuah rekening milik Najib.

Baca Juga:  Uang yang Disita dari Kediaman Najib Razak Berjumlah Rp 427 Miliar

Usai ditangkap, Najib ditahan semalam di tahanan MACC sebelum dibawa ke pengadilan pada Rabu (4/7) pagi tadi. Dalam sidang, Najib dijerat tiga dakwaan pelanggaran kepercayaan terkait penyelewengan dana total 42 juta Ringgit milik SRC International, unit perusahaan 1MDB dan satu dakwaan menyalahgunakan wewenang untuk menerima suap sebesar 42 juta Ringgit saat mengamankan pinjaman untuk SRC International. Jika terbukti bersalah, Najib bisa dihukum penjara maksimum 20 tahun untuk masing-masing dakwaan tersebut.
(detikcom

  • 51
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved