KPK: Gubernur Aceh Minta 8 Persen dari Tiap Proyek Pakai Dana Otsus

Jakarta, Mercinews.com – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diduga meminta fee pada setiap proyek yang dibiayai dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) atau biasa disebut dana otsus. Besaran fee diduga KPK yaitu 8 persen setiap proyek.

Irwandi disebut menerima Rp 500 juta yang merupakan bagian dari 1,5 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Pemberian itu merupakan fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA pada Provinsi Aceh tahun anggaran 2018.

Baca Juga:  Bantuan Hukum untuk Irwandi Masih Tunggu Konsultasi Mendagri

“Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Baca Juga:  Steffy Burase dan Lima Saksi Lainnya Kompak Mangkir

Menurut Basaria, pemberian pada Irwandi dilakukan oleh orang-orang terdekatnya. KPK masih mendalami adanya pemberian-pemberian suap sebelumnya.

Baca Juga:  Usai Geledah Kantor Dispora, KPK Ikut Membawa Kadispora Aceh Darmansah

“Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya,” ucap Basaria.

Irwandi dan Ahmadi pun resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain itu, ada 2 orang swasta yang juga dijerat KPK sebagai tersangka yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. (detikcom)

  • 2.3K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved