KPK Duga Bupati Bener Meriah Kumpulkan Uang Suap dari Pengusaha

Jakarta, Mercinews.com – KPK menduga Bupati Bener Meriah Ahmadi mengumpulkan uang suap dari para pengusaha. Duit yang terkumpul itu kemudian diduga diberikan Ahmadi ke Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Bupati Bener Meriah Ahmadi sudah tiba di gedung KPK pada malam ini. Ahmadi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/7) malam.

“Sumber keuangan dari Bupati Bener Meriah ini menurut informasi yang ada komunikasi, yang diberi tinggi. Jika terjadi dikumpulkan dari beberapa pengusaha di sana tapi ini masih tingkat pengembangan dari tim, sedikitnya itu hanya informasi yang kita terima yang kemudian diberikan kepada Gubernur,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Baca Juga:  KPK Besok Akan Periksa Kepala BPKS dan Dua Kepala Dinas Aceh

Basaria mengatakan perbuatan Ahmadi itu bukan yang pertama kali dilakukan. Ahmadi diduga sudah dua kali meminta duit dari pengusaha untuk diberikan kepada Irwandi.

“Ini tidak tahap pertama lagi menurut informasi sudah tahap yang kedua bagian dari yang dari Rp 1,5 miliar yang menjadi yang harus diberikan untuk tingkat provinsi itu proyek jalan,” kata Basaria.

Baca Juga:  Kuasa Hukum : Steffy Burase Hanya Sedang Ketiban Sial

Basaria juga mengatakan dana comitment fee dipotong untuk provinsi dan kabupaten. Kemudian uang suap itu dibagikan ke pihak lain.

“Menurut informasi sementara dari tim lidik kita memotong. Nah itu dilakukan sekitar 10% yang 2% untuk tingkat kabupaten kemudian 8% persennya itu adalah untuk tingkat provinsi. Ini yang kemudian dibagi-bagi ke mana-mana kita belum tahu,” tutur Basaria.

Baca Juga:  Ahmadi Mengakui Beri Uang Proyek ke Irwandi Melalui Ajudannya

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

“Diduga pemberian oleh Bupati Bener Meriah kepada Gubernur Aceh sebesar Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Gubernur Aceh,” kata Basaria di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Selain itu, ada dua orang swasta lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. (detikcom)

  • 152
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved