Ini Kata Tiyong Tentang OTT KPK di Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova 2017, Samsul Bahri alias Tiyong mempersoalkan penggunaan istilah OTT atau operasi tangkap tangan KPK di Aceh, terutama terhadap Irwandi Yusuf.

Sebab menurut Tiyong, Irwandi sesungguhnya dijemput di Pendopo Gubernur Aceh. “Bukan saat sedang melakukan transaksi dengan pihak lain, lazimnya sebuah OTT,” kata Tiyong dalam siaran pers yang diterima beritakini Kamis (5/7/2018).

Menurut Tiyong, penggunaan istilah OTT dapat membentuk opini publik seakan–akan Irwandi benar telah melakukan tindakan korupsi padahal belum ada putusan hukum apapun dari pengadilan.

Baca Juga:  Sempat Mangkir, Steffy Burase Kini Penuhi Panggilan Penyidik KPK

Walaupun sudah berstatus tersangka, kata Tiyong, dia menghimbau semua pihak, terutama KPK untuk tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah (presumption of innocence). “Kami pribadi meyakini Pak Irwandi tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan oleh pihak KPK.”

Pun demikian, dia tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan. “Namun kami meminta KPK untuk memperlakukan Pak Irwandi secara fair dan bermartabat. Dengan tetap menghargai hak-hak hukumnya dan hak asasinya sebagai seorang manusia,” katanya.

Baca Juga:  KPK Ambil Sampel Suara Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

Selain itu, ia pun mengatakan akan berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk upaya advokasi hukum terhadap Irwandi.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh Partai Pengusung Irwandi–Nova pada Pilkada yang lalu,” katanya.

Kata Tiyong, hal itu untuk menunjukkan bahwa pihaknya punya tanggungjawab moral yang sama terhadap musibah yang dihadapi Irwandi yang telah sama-sama diusung dan perjuangkan.

“Selain itu kami menghimbau semua pihak untuk tetap menghargai keberadaan Pak Irwandi sebagai Gubernur Aceh sampai ada putusan lain dari pengadilan yang bersifat inkracht,” kata pria yang telah mengundurkan diri dari Ketua Harian PNA ini.

Baca Juga:  KPK, Uang Pengembalian Irwandi Tidak Dapat Diproses Sebagai Laporan Gratifikasi

Menurut Tiyong, walau berhalangan untuk memimpin Aceh secara langsung, Irwandi masihlah tetap sebagai Gubernur Aceh yang sah. Untuk itu, dia meminta semua untuk menghindari wacana-wacana liar yang mengarah pada suksesi di saat proses hukum baru dimulai. Hal ini hanya akan menimbulkan potensi gesekan serta konflik politik yang tidak perlu kata Tiong, []

  • 451
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved