Kata Irak, Rudal Rusia yang Bunuh Putra Baghdadi

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi (kanan) dan putranya, Hudhayfah al-Badri

Baghdad, Mercinews.com – Pasukan Rusia telah membunuh putra pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dalam serangan rudal di sebuah gua di Suriah. Hal itu disampaikan pihak intelijen Irak.

Putra bos ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang terbunuh itu adalah Hudhayfah al-Badri. Media propaganda ISIS, Amaq, menyatakan Hudhayfah al-Badri tewas dalam operasi melawan Nussayriyyah dan Rusia di situs pembangkit listrik di Homs. Pernyaatan media itu disertai dengan penerbitan foto seorang pemuda yang memegang senapan serbu, yang tak lain adalah putra Baghdadi.

Baca Juga:  Iran Bakal Balas Serangan Israel di Suriah

Nussayriyyah adalah istilah yang digunakan oleh ISIS untuk sekte minoritas Alawite atau Alawi yang dikenal sebagai loyalis Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sel intelijen Falcon Irak mengatakan, pasukan Rusia pada hari Senin menembakkan tiga rudal ke sebuah gua di Homs yang jadi sarang persembunyian 30 pemimpin teroris dan beberapa pengawal Badri. Serangan misil itu menewaskan 11 orang.

“Badri bahkan bukan seorang petempur, dia adalah ikon yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain sebagai bentuk propaganda psikologis untuk sisa (milisi) organisasi (ISIS),” kata Falcon pada hari Rabu, yang dilansir Al Arabiya, Kamis (5/7/2018).

Baca Juga:  AS Kirim Kapal Induk untuk Patroli di Laut China Selatan

Pemerintah Irak telah menyatakan kemenangan atas ISIS pada bulan Desember tahun lalu. Namun, militernya terus melanjutkan operasi yang menargetkan sebagian besar wilayah gurun di sepanjang perbatasan Suriah-Irak.

Pemimpin kelompok ISIS, Baghdadi, hingga kini belum tertangkap. Dia sempat diberitakan tewas dalam beberapa kesempatan, namun intelijen Irak memastikan bahwa buron utama dunia itu masih hidup di perbatasan Irak-Suriah.

Baca Juga:  Pejabat Teheran: Ancaman Iran Tutup Jalur Laut Selat Hormuz Serius

Baghdadi yang berasal dari Irak dijuluki sebagai “orang paling dicari di planet ini”. Amerika Serikat telah menawarkan hadiah USD25 juta untuk pemberi informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Pada tanggal 22 Juni, Badri lolos dari serangan angkatan udara Irak yang menewaskan dua pengawalnya, termasuk Saud Mohammed al-Kurdi, juga dikenal sebagai Abu Abdallah. Pengawal itu menikah dengan putri dua Baghdadi.[]
Sindonews

  • 33
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved