Irwandi Yusuf Ungkap Jasanya Perdamaian di Tanah Rencong

Irwandi Yusuf, foto liputan6

Jakarta, Mercinews.com – Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan suap penggunaan dana otonomi khusus Aceh. Usai diperiksa kasus ini, Irwandi mengungkit jasanya dalam perdamaian di Tanah Rencong. Irwandi mengaku terlibat dalam proses perundingan dengan pemerintah Indonesia, mengumpulkan senjata para kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hingga tercipta seperti saat ini.

“Saya hanya mau memberi pernyataan bahwa sebetulnya damainya Aceh dengan NKRI, saham saya besar di situ. Saya ikut mendamaikan, ikut mengumpulkan senjata, ikut berunding, dan akhirnya seperti sekarang,” kata Irwandi usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/7).

Setelah terjadinya perdamaian, Irwandi menjadi Gubernur Aceh. Sejak menjabat, Irwandi mengklaim melakukan berbagai terobosan yang diadopsi pemerintah pusat hingga saat ini.

Baca Juga:  Hari ini KPK Periksa Irwandi Yusuf Sebagai Saksi

“Sebagiannya diadopsi oleh pemerintah pusat seperti JKN, P2K, dan beberapa hal lain dalam hal lingkungan hidup,” tuturnya.

Tak hanya itu, Irwandi juga mengklaim turut berjasa mengusir kelompok teroris yang menggelar pelatihan di Aceh. Berkat laporannya, Irwandi menyebut pihak kepolisian dapat menumpas kelompok tersebut.

“Informasi ke polisinya pertama sekali masuk dari saya. Dan informasi lanjutan juga dari saya. Maka teroris di sana nggak bisa beraktivitas dan ke lapangan pun saya ikut. Ada begitu banyak hal yang saya lakukan untuk kebaikan negeri ini,” katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, bersama dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri serta Bupati Kabupaten Bener Meriah, Ahmadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan anggaran dana otonomi khusus (otsus) Aceh dalam penganggaran antara provinsi dan kabupaten tahun anggaran 2018.

Baca Juga:  Sebelum Ditangkap KPK, Irwandi Yusuf Terlihat di Sabang Bersama Steffy Burase

Irwandi diduga menerima suap dari Ahmadi sebesar Rp 500 juta terkait pembahasan anggaran dana otsus Aceh tahun 2018. Diduga suap ini bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2018.

Irwandi membantah meminta dan menerima uang suap dari Ahmadi maupun pihak lain. Irwandi mengklaim tak tahu menahu mengenai kasus suap yang sedang diusut KPK.

“Tapi ini peristiwa yang baru saja menimpa saya, saya pun nggak tahu masalahnya apa. Ada pengarahan dana dari Bupati Bener Meriah katanya, ke pihak ketiga tanpa perintah saya. Saya nggak pernah minta, nggakpernah menyuruh, nggak pernah menerima. Jadi dikaitkan dengan saya atau apa. Mungkin ada orang yang menyebut-nyebut nama saya dan didengar oleh KPK,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Irwandi Tolak Jawab Soal Kehidupan Pribadi di Sidang Interpelasi DPRA

Irwandi mengaku namanya kerap dicatut. Salah satunya oleh sejumlah relawannya saat Pilgub Aceh 2017 untuk meminta uang kepada pengusaha yang mengerjakan sejumlah proyek di Aceh. Bahkan, Irwandi mengaku sempat menangkap mantan relawannya yang mencatut namanya dan menerima uang dari pengusaha.

“Banyak sekali di Aceh begitu, yang saya tangkap sendiri, satu minggu sebelum kejadian ini ada satu orang. Mengatasnamakan saya, menjual nama saya, minta fee,” ujarnya,[]

  • 1.6K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved