YARA Dukung KPK Berikan Status JC kepada Hendri Yuzal Staf Khusus Gubernur



Ketua YARA Safaruddin,

Banda Aceh, Mercinews.com – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan status Justice collaborator (JC)  kepada Hendri Yuzal dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah.

Menurut Safaruddin, dengan adanya JC maka akan membuka tabir apa yang selama ini terjadi dalam pengelolaan pemerintahan di Aceh.

“Kami juga mengapresiasi langkah Hendri yang berani mengajukan diri sebagai JC, semoga keberanian Hendri bisa di ikuti oleh orang lain di Aceh,” ujar Safar dalam siaran persnya, Jumat (6/7/2018).

Baca Juga:  Steffy Burase 1 Jam Diperiksa KPK

Safar menuturkan, adanya JC dalam kasus korupsi di Aceh bukan kali ini yang pertama, Indra Dili, PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simuelu mengungkap adanya korupsi yang dilakukan oleh atasannya sehingga kasus tersebut terbongkar dan atasannya di hukum 10 tahun penjara, dan Indra sendiri di hukum 2 tahun oleh PN Banda Aceh.

Saat itu YARA juga mengajukan permohonan rekomendasi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar Indra mendapat beberapa kemudahan sebagai JC, seperti diatur dalam UU No 31 tahun 2014 tentang LPSK antara lain pembebasan bersyarat, remisi tambahan dan hak narapidana lain.

Baca Juga:  KPK Geledah Rumah 3 Tersangka Terkait Dana Otsus Aceh

“dan kami sudah mendapatkan rekomendasi tersebut, karena untuk memperoleh hak tersebut perlu di berikan rekomendari dari LPSK, saat ini semua hak-Hak dari Indra sedang kami proses,” ungkapnya.

Bagi  Hendri, katanya, jika nantinya menjadi JC juga akan mendapatkan penanganan khusus dalam proses hukumnya antara lain berhak mendapatkan penanganan secara khusus seperti pemisahan tempat penahanan atau tempat menjalani pidana antara saksi pelaku dengan tersangka, terdakwa dan narapidana yang diungkap tindak pidananya, pemisahan berkas dan tidak akan berhadapan langsung dengan terdakwa yang diungkap tindak pidannya, keringanan penjatuhan hukuman, mendapatkan remisi tambahan.

Baca Juga:  KPK Juga Geledah Ruang Kerja Bupati Bener Meriah dan Kadis PUPR

“Kita perlu orang orang seperi Indra Dilli Mulyawan dan Hendri Yuzal, yang berani mengorbankan diri demi tegaknya hukum dalam pemberantasan korupsi. Kami mendorong seluruh masyarakat yang mempunyai informasi tentang adanya kejahatan terhadap korupsi agar berani melaporkan kepada penegak hukum, dan tentu dengan garansi status JC, jika ada masyarakat yang ragu akan melaporkan maka kami siap mendampingi secara hukum dalam laporan mengungkap kejahatan baik itu korupsi, narkoba, dan perdanganan manusia,” ajaknya.[]

  • 224
    Shares
Berikan Komentar