Jaringan Pemuda Aceh Sebut Nama Irwandi Yusuf Kerap Dicatut Orang Dekat

Banda Aceh, Mercinews.com – Jaringan Pemuda Aceh (JPA) menyebutkan, sudah bukan rahasia umum lagi setiap orang yang dekat dengan penguasa kerap memanfaatkan kedekatannya untuk meraup keuntungan secara pribadi.

“Hal semacam ini tak terlepas dengan ulah sebagian oknum yang dekat dengan Irwandi Yusuf, kadang mereka sering latah menjual nama gubernur untuk mendapatkan apa yang diinginkan,” ujar Ketua Jaringan Pemuda Aceh (JPA), Safrudin, Sabtu 7 Juli 2017.

Menurut Safrudin, modusnya bermacam-macam, ada oknum yang menjumpai pengusaha dan mengatakan Irwandi Yusuf lagi butuh uang, dan mengutus sang oknum untuk meminta uang kepada pengusaha tersebut dengan iming-iming nantinya akan diberikan proyek.

“Dalam situasi seperti ini kadang pengusaha tersebut terkecoh, karena sang oknum juga mengaku sebagai orang yang dipercaya oleh Irwandi Yusuf untuk urusan demikian,” sebutnya.

Padahal, kata dia, saat ditelusuri semua itu hanya bohong belaka, mereka para oknum tersebut hanya memanfaatkan kedekatannya dengan Gubernur Aceh dan mengaku sebagai tim sukses saat Pilkada 2017 lalu.

Baca Juga:  Sebelum Ditangkap KPK, Irwandi Yusuf Terlihat di Sabang Bersama Steffy Burase

“Hal seperti ini sering diingatkan oleh Irwandi Yusuf dalam berbagai kesempatan, bahwa banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menjual namanya dengan tujuan keuntungan pribadi, namun masih ada saja masyakarat yang percaya dan akhirnya tertipu,” katanya.

Sebagai contoh, Safrudin mengatakan, kejadian di Kota Langsa pada 9 Juli 2017 lalu, ada Warga Gampong Paya Bujok Blang Pase ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa karena melakukan penipuan dengan mengatasnamakan tim Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

“Pelaku menipu masyarakat dengan modus menjanjikan bantuan renovasi rumah dari Irwandi. Akibat ulahnya, sedikitnya 21 warga sudah menjadi korban,” pungkas Safrudin.

Kejadian lain, Safrudin menambahkan, juga ada kejadian pada 12 Maret 2018 di Aceh Besar terungkap bahwa ada oknum Anggota Serikat Pekerja Aceh Indonesia (SPAI) yang mengutip dana dari masyarakat dan menjanikan pekerjaan dengan mengatasnamakan tim sukses Irwandi Yusuf. Namun setelah ditelusuri mereka hanya menjual nama sang gubernur untuk meraub keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Berakhirnya “Perang Dingin” Irwandi Yusuf Vs Samsul Rizal

“Kami tidak dalam kapasitas menuduh orang dekat Gubernur Aceh yang juga di OTT KPK demikian, namun sah-sah saja jika kita menduganya. Mengingat Bupati Bener Meriah pada 6 Juli 2018 lalu di Gedung KPK dalam keterangannya yang dikutip oleh awak media mengatakan Irwandi Yusuf tidak pernah meminta uang kepadanya dan dia tidak pernah menyerahkan uang kepada Gubernur Aceh, tapi orang dekat gubernur-lah yang meminta uang kepadanya,” kata Safrudin menjelaskan.

Oleh karena itu, kata Safrudin, selaku warga negara yang baik sudah selayaknya semuan pihak menghargai proses hukum yang sedang berjalan di KPK, dan berharap KPK harus berhati-hati dalam melihat kasus ini.

“Jangan sempat orang baik dan tidak bersalah dijadikan tersangka dan kemudian terpidana. Jika demikian itu terjadi maka sangat disayangkan dan bahkan kredibilitas KPK akan hilang di mata rakyat,” katanya.

“Kami masih percaya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak terlibat dalam kasus yang dituduhkan KPK ini, karena kami faham betul pribadi yang bersangkutan bersih dari fitnah keji ini,” tambah Safrudin.

Baca Juga:  Kuasa Hukum: Irwandi Yusuf Siap Menjadi Martir Hadapi KPK

Dlansir dari Liputan6.com, Irwandi mengaku namanya sering dicatut untuk memeras uang dari para pengusaha. Menurutnya, orang-orang tersebut adalah mantan relawan dan tim suksesnya saat mengikuti Pilkada Aceh 2017.

“Banyak sekali yang jual nama di Aceh tak terlepas dari masalah ini mungkin karena melaporkan nama saya ke situ. Satu minggu sebelum kejadian ini, ada satu orang mengatasnamakan saya, menjual nama saya, minta fee,” jelas Irwandi Yusuf.

Irwandi Yusuf juga membantah tak pernah meminta dan menerima uang suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi maupun pihak lain. Dia menyebut tak mengetahui masalah yang kini tengah diusut lembaga antirasuah.

“Saya enggak pernah minta, enggak pernah menyuruh, enggak pernah menerima. Jadi dikaitkan dengan saya atau apa,” kata Irwandi di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 6 Juli 2018.

  • 489
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved