Mesrasa Ditekan, Korut Menyesal Lakukan Pembicaraan Denuklirisasi

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan Kim Yong-chol, pejabat senior Korut dan mantan kepala intelijen. Foto/Istimewa

Seoul, Mercinews.com – Korea Utara (Korut) menyesali pembicaraan tingkat tinggi dengan delegasi Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Pyongyang menuduh Washigton mencoba secara sepihak menekan negara itu agar melepas nuklirnya.

Pernyataan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut yang tidak disebutkan namanya itu muncul beberapa jam setelah Pompeo mengakhiri pembicaraan dua hari dengan para pejabat Korut yang dipimpin oleh Kim Yong-chol.

Dalam pernyataannya, juru bicara itu menyatakan AS telah mengakhianati semangat pertemuan puncak bulan lalu antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong-un dengan membuat tuntutan CVID sepihak atau denuklirisasi menyeluruh, dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah.

Baca Juga:  Arab Dilaporkan Desak Mahmoud Abbas Terima Kesepakatan Damai Trump

“Hasil dari pembicaraan lanjutan sangat memprihatinkan karena telah menyebabkan fase berbahaya yang mungkin mengacaukan kesediaan kita untuk denuklirisasi yang telah tegas,” katanya seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (7/7/2018).

Pompeo sebelumnya menawarkan pandangan yang lebih optimis dari pembicaraan yang diadakan dengan pejabat dan mantan kepala intelijen Korut Kim Yong-chol.

Baca Juga:  Mattis: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Kesalahan Besar

“Ini adalah masalah yang rumit, tetapi kami membuat kemajuan di hampir semua masalah utama,” kata Pompeo sebelum naik pesawat untuk meninggalkan Korut.

“Beberapa tempat memiliki banyak kemajuan, di tempat lain masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” imbuhnya seperti dikutip dari Huffington Post.

Sementara Reuters melaporkan bahwa pembicaraan tersebut mencakup metode penghancuran fasilitas pengujian mesin rudal, serta jadwal waktu denuklirisasi umum.

Utusan AS tidak bertemu dengan pemimpin Korut selama putaran pembicaraan ini, tetapi Departemen Luar Negeri AS mengatakan ia tiba membawa surat dari Trump yang ditujukan kepada Kim Jong-un.

Baca Juga:  AS Ancam Veto Resolusi Perlindungan Internasional untuk Palestina

Pompeo mengatakan, kepemimpinan Korut tetap sama-sama berkomitmen terhadap tujuan denuklirisasi yang dibicarakan dengan Trump selama pertemuan bersejarah bulan lalu di Singapura.

“Ada hal-hal yang harus saya klarifikasi,” ujarnya yang dibalas Jong-un dengan ucapan yang sama.

Pompeo dijadwalkan akan menyambangi Tokyo sebelum kembali ke AS.[] Sindonews

Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved