Dicekal ke Luar Negeri, Steffy Burase Mengaku Belum Terima Surat dari KPK



Fenny Steffy Burase

Banda Aceh, Mercinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap empat orang yang diduga berkaitan dengan kasus penerimaan fee ijon proyek-proyek uang bersumber dari dana otonomi khusus yang melibatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Empat orang yang dicekal ke luar negeri meliputi Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase dan Teuku Fadhilatul Amri, mereka dilarang ke luar negeri
selama 6 bulan terhitung Jumat, 6 juli 2018.

Fenny Steffy Burase yang dikonfirmasi ajnn mengaku belum menerima surat pencegalan dirinya ke luar negeri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Belum,” jawab Steffy Burase saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (8/9) pagi.

Untuk diketahui, nama Steffy Burase mendadak jadi perbincangan sejak beberapa bulan yang lalu. Bahkan, nama Steffy juga mencuat dalam rapat paripurna interpelasi DPRA. Salah satu Anggota DPRA Azhari Cage sempat mempertanyakan hubungan antara Irwandi Yusuf dengan perempuan kelahiran Manado tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pencegalan itu mengacu pada Pasal 12 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dirinya menuturkan, pihak-pihak tersebut perlu dicegah agar tidak berangkat ke luar negeri agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan di rumah para tersangka dugaan kasus korupsi dana Otsus Aceh, Sabtu (7/7) kemarin.

Baca Juga:  Putra Irwandi, Teguh Meutuwah: Kita Harus Terangkan yang Gelap

Febri Diansyah membenarkan bahwa adanya penggeledahan di rumah para tersangka yaitu, Irwandi Yusuf, Hendri Yuzar dan Teuku Saiful Bahri. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di Pendopo Gubernur Aceh.

“Penggeledahan berlangsung dari pukul 10.00 WIB, sebahagian masih berjalan saat ini,” kata Febri Diansyah dalam keterangannya.

Kata Febri, kemarin telah diamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang terkait dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Sementara untuk hasil penggeledahan hari ini akan diupdate kembali.

“Dalam kasus ini, sejumlah bukti yang didapatkan semakin memperkuat dugaan korupsi yang terjadi terkait DOKA 2018 tersebut,” tuturnya.[] ajnn

  • 137
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved