Dicekal ke Luar Negeri, Rizal Aswandi: Saya akan Koorperatif dengan KPK

Rizal Aswandi,

Banda Aceh, Mercinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan surat pencekalan terhadap empat nama yakni Fenny Steffy Burase, Teuku Fadhilatul Amri, Rizal Aswandi, dan Nizarli, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi, Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri.

Sementara itu, Rizal Aswandi yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh mengaku kaget dengan status cekal yang dikeluarkan KPK terhadapnya.

Baca Juga:  Irwandi Yusuf Merasa Dijebak: Banyak yang Jual Nama Saya di Aceh

“Kaget saya ketika tahu informasi dicekal ke luar negeri,” kata Rizal Aswandi, Minggu (8/6).

Rizal mengaku siap memenuhi panggilan KPK, serta akan memberikan keterangan kalau memang dibutuhkan.

“Saya sebagai warga negara yang taat hukum dan menghormati proses yg sedang dilakukan oleh KPK akan kooperatif, kapapun saya siap dipanggil dan akan menyampaikan apa yang saya ketahui,” ujarnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pencegalan itu mengacu pada Pasal 12 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Bupati Ahmadi Siap Bongkar Dugaan Korupsi Irwandi Yusuf ke KPK

Dirinya menuturkan, pihak-pihak tersebut perlu dicegah agar tidak berangkat ke luar negeri agar saat dibutuhkan keterangannya, dapat dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan di rumah para tersangka dugaan kasus korupsi dana Otsus Aceh, Sabtu (7/7) kemarin.

Febri Diansyah membenarkan bahwa adanya penggeledahan di rumah para tersangka yaitu, Irwandi Yusuf, Hendri Yuzar dan Teuku Saiful Bahri. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di Pendopo Gubernur Aceh.

Baca Juga:  Usai Diperiksa KPK Hari ini, Gubernur Irwandi Bungkam

“Penggeledahan berlangsung dari pukul 10.00 WIB, sebahagian masih berjalan saat ini,” kata Febri Diansyah dalam keterangannya.

Kata Febri, kemarin telah diamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang terkait dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Sementara untuk hasil penggeledahan hari ini akan diupdate kembali.

“Dalam kasus ini, sejumlah bukti yang didapatkan semakin memperkuat dugaan korupsi yang terjadi terkait DOKA 2018 tersebut,” tuturnya.[]

  • 72
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved