Erdogan Dilantik Jadi Presiden, Sebut Turki Masuki Era Baru



Aakara, Mercinews.com – Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan dilantik menjadi presiden Turki dengan kekuasaan penuh pada Senin (9/7/2018). Sehari menjelang pelantikan, dia menyatakan bahwa negara berpenduduk 80 juta orang itu telah memasuki “era baru”.

Erdogan telah mendominasi politik Turki selama lebih dari 15 tahun, dengan mula-mula sebagai perdana menteri dan sejak 2014 sebagai presiden.

Dia terpilih kembali pada 24 Juni lalu dengan meraih 52,5 persen suara dalam pemilu. Pemilu yang membuat Erdogan berkuasa kembali ini merupakan pemilu bersejarah karena di bawah sistem baru, yakni presidensial sesuai amanat referendum tahun 2017.

Perubahan sistem pemerintahan dari parlementer menjadi presidensial akan memberi Erdogan kekuatan-kekuatan baru yang luas, termasuk di berkuasa atas peradilan dan leluasa mengeluarkan dekrit.

Kritik sejatinya telah bermunculan sejak sistem baru itu diberlakukan, di mana sistem itu akan mengubah Turki menjadi “rezim satu orang”. Namun, Erdogan tak menghiraukan kritik tersebut.

Setelah resmi dilantik, Erdogan akan menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sistem presidensial akan membuat jabatan perdana menteri dihilangkan dan parlemen secara otomatis akan kehilangan sebagian besar kekuasaannya.

“Turki memulai era baru dengan upacara (pengambilan) sumpah presiden,” kata Erdogan pada Minggu kemarin, yang dikutip Radio Free Europe.

Dia mengatakan, pelantikannya akan dihadiri 22 presiden, 17 perdana menteri, wakil presiden, dan ketua parlemen dari seluruh dunia.

Baca Juga:  AS Ketakutan Rusia Dapat Akses Teknologi F-35 via Turki

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menjadi salah satu pemimpin yang dijadwalkan akan hadir.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai berkuasa pendukung utama Erdogan juga memenangkan pemilu parlemen dengan meraih 42,5 persen suara. Dengan perolehan suara tersebut, AKP menguasai 344 kursi dari 600 kursi parlemen.

Masa jabatan presiden Erdogan adalah selama lima tahun, dan ada batasan dua periode untuk berkuasa. Dengan demikian, dia bisa tetap berkuasa hingga 2028.[]

  • 61
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved