Penggelapan Dana JKN, Mantan Bendahara Puskesmas Blang Cut Ditangkap

Lhokseumawe, Mercinews.com – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menangkap AZ (36), mantan Bendahara Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Senin (9/7). Penangkapan itu dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB di Puskesmas setempat.

Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Lhokseumawe tersebut diduga terlibat kasus penggelapan uang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senilai Rp 191.000.000 yang diperuntukkan untuk jasa medis selama empat bulan, terhitung Desember 2017 hingga Maret 2018.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, setelah dilakukan serangkaian proses pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya menetapkan AZ sebagai tersangka. AZ ditangkap dengan cara dijemput langsung ke Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Baca Juga:  Mantan Bendahara Puskesmas Mengaku Gunakan Dana JKN untuk Judi Online

“Sebelumnya, kita telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, penyitaaan alat bukti berupa 5 lembar dari Bank BNI Lhokseumawe dan telah terpenuhinya dua alat bukti, serta adanya hasil uji tanda tangan dari laboratorium forensik cabang Medan,” katanya

Dikabarkan sebelumnya, Mantan Bendahara Puskesmas Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe berinisial AZ dipolisikan oleh pihak Puskesmas setempat diduga menggelapkan uang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senilai Rp 191.000.000 yang diperuntukkan untuk jasa medis selama empat bulan terhitung Desember 2017 hingga Maret 2018.

Baca Juga:  Gelapkan Dana JKN, Mantan Bendahara Puskesmas Blang Cut Dipolisikan

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, untuk menindak lanjuti kasus dugaan penggelapandana yang dilakukan mantan bendahara Puskesmas tersebut, pihaknya menyita lima lembar cek dari BNI Lhokseumawe yang menjadi bukti bukti penarikan uang oleh mantan bendahara tersebut.

“Iya benar, kita sudah melakukan penyelidikan tehadap mantan bendahara puskesmas tersebut dan menyita lima cek BNI yang merupakan bukti penarikan uang dengan cara memalsukan tanda tangan Kepala Puskesmas, dan terjadi dalam lima kali penarikan. uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan puskesmas akan tetapi untuk kepentingan pribadinya,” kata Kasat Reskrim,(8/6/18).

Baca Juga:  Gelapkan Dana JKN, Mantan Bendahara Puskesmas Blang Cut Dipolisikan

Lanjutnya, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi, baik itu Kepala Puskesmas tersebut selaku pelapor, maupun petugas medisnya, serta juga tiga karyawan Bank BNI, untuk menuntaskan kasus tersebut.[]

  • 260
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved