Apa Karya: Irwandi Yusuf Kaleuh Lon Peuingat



Mercinews.com – Mantan anggota Tuha Peut Partai Aceh (PA), Zakaria Saman angkat bicara terkait dengan perkara dugaan suap yang melibatkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai tersangka.

Apa Karya–sapaan Zakaria Saman– mengaku pernah mengingatkan Irwandi agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran serta selalu menjadikan agama sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan.

“Leubeh bak nyan na, na saksi hudep mantoeng. Dikeuh jih langsong lon peuingat (lebih dari itu ada, masih ada saksi hidup. Langsung didepan dia saya ingatkan),” ujar Zakaria Saman kepada Ajnn melalui seluler, Senin (9/7).

Apa Karya menyesalkan tindakan tersebut serta mendukung KPK dalam melakukan proses hukum sepenuhnya. Bukan hanya untuk Irwandi, bahkan dia sudah berulang kali mengingatkan hal tersebut untuk seluruh pejabat serta elit yang ada di Aceh.

“Lon kaleuh lon peuingat, lon keun lam surat kabar macam-macam. Elit-elit Aceh lage naga pajoh gapu lon peugah, man naga pajoh gapue koen lhok tat makna nyan. Tapi hana dipeuremeun pih (Saya sudah ingatkan, saya katakan dalam surat kabar. Saya katakan elit-elit Aceh seperti naga makan kapur, nah naga kapur kan dalam sekali maknanya. Tapi tidak ditanggapi),” kata Apa Karya dalam bahasa Aceh.

Menurut Apa Karya, orang yang melakukan tindak pidana korupsi tidak perlu dikasihani serta dibela. Korupsi itu sama dengan mencuri, dan Allah dalam Al-quran secara jelas berfirman jika mencuri ancamannya neraka.

Baca Juga:  Irwandi Diperiksa KPK, Begini Imbauan Ketua MTP PNA Irwansyah

“Kaleuh gepeuingat le Allah. Meunyo hana ka pateh, Tamoeng neuraka (Sudah diingatkan oleh Allah. Jika kamu tidak percaya, masuk neraka),” ungkapnya.

Selain itu, diakhir pembicaraan Apa Karya mengatakan pada suatu hari ia pernah bercanda kepada Irwandi untuk diberikan proyek yang besar, dia berseloroh uang hasil dari proyek tersebut akan disimpan di bank, jika sewaktu-waktu Irwandi ditangkap uang tersebut akan digunakan membeli nasi untuk diantarkan setiap pagi.

“Bak siuroe lon kheun, Wandi ka bi proyek saboh keu lon nyang raya beuh. Keupeu Apa? tanyong Irwandi. Hai ku peubloe keu gob, ku keubah peng bak bank. Keupeu peng bak bank? tanyong Irwandi lom. Kah idrop ukeu, mangat na peng ngon ku bloe bu. Ku euntat keu kah tiep-tiep beungoh. Oman lage nyan neu kheun keu lon dijaweub le Irwandi. (Pada suatu hari saya bilang, Wandi kamu kasih proyek yang besar untuk saya satu. Untuk apa? Tanya Irwandi. Saya jual (proyek) ke orang, terus saya simpan uang ke bank. Untuk apa simpan uang di bank? tanya Irwandi lagi. Kamu ditangkap nanti, supaya saya ada uang untuk beli nasi. Saya antar ke kamu setiap pagi. Masa iya begitu Apa bilang sama saya, jawab Irwandi). (Ajnn.net

  • 1.1K
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved