KPK Amankan Sejumlah Dokumen Proyek di Bener Meriah



Banda Aceh, Mercinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus dugaan suap ijon proyek infrastruktur yang bersumber dari dana otsus 2018.

Setelah menggeledah beberapa tempat, seperti kantor Gubernur Aceh, Pendopo Gubernur, dan kantor ULP, kemarin Selasa (10/7/2018), KPK juga menggeledah kantor Dispora Aceh, kantor Bupati Bener Meriah, Dinas PUPR Bener Meriah dan Dinas PUPR Aceh.

Pemeriksaan tim Satgas KPK berlangsung selama tujuh jam, yang dimulai sekitar pukul 10.00 dan berakhir sore.

Dalam pemeriksaan tersebut, KPK kembali mengamankan sejumlah dokumen proyek dari lokasi penggeledahan di Kantor Dinas PUPR Aceh, kantor Bupati dan Dinas PUPR di Bener Meriah.

“Sedangkan dari penggeledahan di Dispora disita barang bukti elektronik,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (11/7/2018).

Febri mengatakan, penyidik memandang sejumlah bukti baru ini akan memperkuat perkara yang sedang ditangani.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap ijon proyek infrastruktur yang bersumber dari dana otsus 2018 ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi, Hendri Yuzal, dan TSB (Syaiful Bahri).

Selain itu, KPK juga melarang Nizarli, Fenny Steffy Burase, Rizal Aswandi, dan Teuku Fadhilatul Amri bepergian keluar negeri. Keempat orang ini ditetapkan sebagai saksi dalam kasus yang sama.

Baca Juga:  GeRAK Minta KPK Usut Proyek Jalan di Meulaboh Bersumber DOKA

Pencekalan ini dilakukan untuk memudahkan penyidik mengklarifikasi informasi aliran dana dan pertemuan-pertemuan dengan tersangka.

  • 60
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved