Sebelum Kena Tangkap Irwandi Yusuf Pernah Surati KPK



Jakarta, Mercinews.com – Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, pernah mengirim surat kepada lembaga antirasuah tersebut untuk diberikan pendampingan langsung dalam upaya pencegahan korupsi.

“Sekitar bulan April lalu lah, Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh mengirim surat untuk mendapatkan pendampingan langsung,” ujar Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Asep Rahmad Suanda, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu 11 Juli 2018,

Asep menyebutkan, menanggapi surat tersebut pihaknya bersama pimpinan KPK datang ke Aceh. Salah satu keinginan Irwandi adalah memiliki jajaran pemerintahan yang lahir dari proses yang transparan.

Menurut Asep, respons Irwandi saat itu sangat serius dalam upaya pencegahan korupsi. “Saat itu suasana kebatinan sangat serius,” ujarnya.

Namun, lanjut Asep, hal yang tidak sangka terjadi. Irwandi terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK pada 3 Juli 2018. Dia ditangkap berserta Bupati Bener Meriah Ahmadi dan dua orang pihak swasta. Dalam operasi tersebut KPK menyita total uang Rp 500 juta. KPK menduga ada fee komitmen oleh Irwandi dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.

Juru bicara KPK, Febri mengatakan pencegahan korupsi tidak bisa hanya bisa dilakukan satu arah oleh KPK saja, namun komitmen pemerintah juga menentukan. “Tidak bisa jika hanya KPK saja yang masuk tapi pemerintah daerahnya ogah-ogahan,” ujarnya.

Tempo.co

  • 588
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved