Tentara Israel Tembak Mati Remaja 15 Tahun Palestina di Gaza

Gaza, Mercinews.com – Tentara Israel menembak mati seorang remaja Palestina berusia 15 tahun saat demonstrasi di dekat pagar perbatasan Israel-Gaza, hari Jumat. Korban merupakan demonstran “Great March of Return” yang telah berlangsung lebih dari 100 hari.

Otoritas kesehatan di Gaza mengidentifikasi korban bernama Othman Rami Hillis. Sepanjang demonstrasi, para tentara Israel mengumbar tembakan dengan peluru tajam dan menembakkan tabung gas air mata ke arah para demonstran. Sebanyak 68 orang terluka.

Baca Juga:  Jenderal Teheran: 'Segitiga Setan' AS-Israel-Saudi Coba Lemahkan Iran

Remaja 15 tahun itu tewas ditembak di bagian dada. Kematiannya menambah daftar demonstran Palestina yang dibunuh pasukan Israel sejak 30 Maret lalu menjadi 138 orang. Sejak demo dimulai hingga kini, lebih dari 160.000 orang lainnya terluka.

Militer Israel mengklaim para pengunjuk rasa Palestina melemparkan granat, alat peledak dan bom api ke arah tentara Israel di seberang pagar perbatasan. Othman Rami Hillis, lanjut militer Israel, ditembak karena berusaha menyusup ke wilayah Israel.

Baca Juga:  Israel Larang Masuk Turis Asal Indonesia

Demonstrasi “Great March of Return” merupakan gerakan seruan bagi warga Palestina untuk kembali ke rumah dan tanah-tanah leluhur mereka yang diduduki Israel sejak 1948. Mereka adalah keturunan para pengungsi Palestina yang diusir dari tanah mereka sendiri sejak berdirinya negara Israel atau dikenal sebagai Hari Nakba.

Demonstrasi pada hari Jumat juga sebagai solidaritas untuk Khan al-Ahmar, sebuah desa Badui Palestina di Tepi Barat yang dihancurkan oleh rezim Zionis Israel.

Baca Juga:  Tolak UU Israel, Palestina: Yahudi Adalah Agama, Bukan Negara

“Dari kesatuan darah dan kesatuan tujuan, kami menyatakan Jumat sebagai hari solidaritas dengan orang-orang kami di Khan al-Ahmar,” kata komite penyelenggara demo dalam sebuah pernyataan yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (14/7/2018).

Mahkamah Agung Israel telah menghentikan sementara penghancuran desa Badui, rumah bagi 180 orang, hingga 16 Juli. Meski dihentikan sementara, banyak rumah warga Badui Palestina di Khan al-Ahmar hancur dihantam buldoser Israel.[]

 

Sumber: Sindonews

 

  • 38
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved