Umum

Komnas HAM Jakarta Kunjungi KKR Aceh

20180714 img 20180713 wa0013 - Komnas HAM Jakarta Kunjungi KKR Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam mengatakan keberadaan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh mestinya tidak hanya dilihat sebagai tantangan di tingkat lokal. Penting kiranya untuk memahami bahwa komisi ini bekerja dalam konteks nasional.

Menurutnya KKR Aceh bukan cuma bekerja untuk Aceh. Kerja-kerja yang dilakukan selama ini ikut memberi sumbangsih bagi banyak orang di level nasional, baik dalam hal pengetahuan, teknis kerja di lapangan, model penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu, dan sebagainya.

“Komnas HAM dan KKRA harus bersinergi untuk kepentingan korban, Di situ titik temunya. Ada hal-hal yang tidak bisa dikerjakan Komnas HAM di Aceh, tetapi bisa dilakukan KKRA Aceh. Misalnya ketika Komnas HAM melakukan investigasi, mencari pelakunya siapa, lalu oleh korban ditanyai bagaimana dengan pengobatan cedera fisik yang mereka alami karena konflik. Komnas HAM tidak bisa menjawab. Tetapi KKR Aceh bisa menjawabnya karena salah satu tugasnya adalah mereparasi korban,” kata Anam ketika berkunjung ke Kantor KKR Aceh di Banda Aceh pada Jumat (13/7) kemarin.

Baca juga:  14 Korban Konflik Aceh dari Tahun 1976 Sampai 2005 Akan Bersaksi

Kunjungan tersebut merupakan salah satu kegiatan Komnas HAM di Aceh. Kata Anam, pertemuan kedua lembaga ini penting untuk saling berbagi pengetahuan dan mencari titik temu bagaimana KKR Aceh dan Komnas HAM bisa saling bersinergi.

Anam berpesan penting kiranya memperoleh kepercayaan dari korban dalam kegiatan pengambilan kesaksian maupun investigasi. KKA Aceh harus dipercaya oleh korban konflik. Oleh karenanya penting pertama kali membangun dan menjaga kredibilitas lembaga.

Baca juga:  Wali Nanggroe Siap Jadi Perantara bagi KKR Aceh

“Kalau korban tidak percaya sama Komnas HAM, ya, kami tidak masalah karena di Jakarta. Tapi kalau korban tidak percaya sama KKR Aceh, itu gawat,” ujar Anam.

Selain Anam, hadir pula dalam kunjungan tersebut mantan Komisioner Komnas HAM Otto Syamsuddin Ishak.

Otto menjelaskan, Komnas HAM dan KKR Aceh memang punya kewenangan yang beda dan jelas. “Akan tetapi kita semua di sini bekerja untuk pengungkapan kebenaran dan mengupayakan keadilan bagi korban. Soal sinergi, mari kita buat metodenya bersama,” kata Otto.

loading...

Berikan Komentar

Kabar Popular