Mercinews


Gara-gara Kaca Mobil Anggota DPRK Aceh Barat Polisikan Anaknya

20180719 laporkan anaknya 1 - Gara-gara Kaca Mobil Anggota DPRK Aceh Barat Polisikan Anaknya
Fitriani bersama anak kandungnya

Aceh Barat, Mercinews.com  – RS, (19) warga Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat harus berhadapan dengan pihak Kepolisian setelah ayah Kandungnya Sahurdi MS, yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Kabupaten (DPRK) Aceh Barat tega melaporkannya ke polisi dengan nomor LP/12/VII/2018/Aceh/Res Aceh Barat/Sek Samatiga.

Sahurdi melaporkan anak kandungnya itu hanya gara-gara kaca mobil miliknya dipecahkan sang anak, pada Sabtu, (14/7) malam sekira pukul 22.00 WIB dengan mendatangi rumah Suhardi yang berada di Desa Suak Pantee Breuh, Kecamatan Samatiga.

Usai menjalani pemeriksaan, RS mengatakan dirinya melakukan perusakan mobil tersebut lantaran kesal atas sikap ayahnya yang tidak pernah bertanggung jawab membiayai kebutuhannya dan ketiga adiknya.

Baca juga:  Dihempas Gelombang Satu Perahu Wisatawan Pulau Dua Bakongan Timur Terbalik

“Saya datang malam kerumah ayah di Samatiga tepatnya Desa Suak Pantee Breuh, sampai di situ saya minta ayah keluar, karena tidak keluar saya ketuk tiang kayu teras pakai palu, dia dengar tapi tidak mau keluar.Kemudian langsung saya ketok kaca mobil dengan palu itu hingga pecah,” kata RS, Kamis, (19/7) kepada wartawan di Sektariat Bersama, Aceh Barat.

Yang membuat dirinya kesal, kata dia, ayahnya yang juga politisi partai NasDem itu sempat mengintip dari balik jendela rumah namun tidak menggubrisnya.

Baca juga:  Pengadilan Negeri Meulaboh Bantah Batalkan Putusan MA

Sementara itu, Fitriani ibu kandung RS mengatakan, Suhardi memiliki tanggung jawab membiayai hidup keempat anaknya pasca perceraian mereka, lantaran berdasarkan putusan Mahkamah Syariah mantan suaminya itu punya tanggung jawab menanggung biaya hidup anak-anaknya sampai mereka mandiri.

“Saya tidak menyangka dengan dia (Suhardi) masa tega melaporkan anak kandungnya ke Polisi hanya gara-gara dipecahkan kaca mobilnya. Padahal sebagai ayah dia melindungi anaknya. Wajar dia marah karena ayahnya tidak menanggung biaya anaknya,” kata Fitriani.

Meski anaknya itu kini berhadapan dengan hukum, RS, kata dia siap menjalani proses hukum secara korporatif sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.