Mercinews

Politik

Tidak Didaftarkan Jadi Bacaleg, Demokrat Aceh Utara Protes ke Nova

IMG 20180719 220341 - Tidak Didaftarkan Jadi Bacaleg, Demokrat Aceh Utara Protes ke Nova

Lhoksukon, Mercinews.com – Kader Partai Demokrat Aceh Utara kecewa dengan tidak didaftarkan namanya sebagai bakal calon legeslatif (Bacaleg) Partai Demokrat Aceh Utara ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat.

Padahal, dihasil keputusan rapat koordinasi daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Derah (DPD) Partai Demokrat Aceh pada Juni 2018, memutuskan bahwa bacaleg yang didaftarkan harus mengutamakan kader yang potensial dan kredibilitas, untuk dicalonkan sebagai cacaleg di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Hal ini ungkap Ahmad Satari, dia merupakan kader Partai Demokrat sejak tahun 2005 dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengawasan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Aceh Utara.

“Saya memiliki surat keterangan diusungkan oleh partai sebagai Bacaleg DPRK Aceh Utara yang di tandatangani oleh Ketua dan Sekretaris DPC Demokrat Aceh Utara,” ujar Ahmad Satari saat menjumpai aceHTrend, Kamis (19/7/2018).

Namun, katanya, tiba-tiba namanya tidak ada dalam daftar nama-nama bacaleg di kuota 100 persen yang didaftarkan ke KIP.

“Ini sangat jelas Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Utara, Pak Tantawi telah menzalimi saya,” protesnya.

Sebelumnya, dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Tantawi bahwa dirinya ingin maju sebagai calon anggota DPR Aceh, tapi Tantawi mengatakan tidak usah maju ke DPR Aceh. “Gantian saja kalau saya naik ke DPRK Aceh Utara,” jelasnya.

Ahmad menambahkan, karena itu perintah dari ketua partai maka dia mengikuti arahan tersebut, hingga dia melengkapi semua syarat adminitrasi bacaleg, tapi tiba-tiba nama dia tidak terdaftar di bacaleg kuota 100 persen.

Baca juga:  PNA Targetkan 15 Persen Kursi di DPRK Aceh Utara

Sehingga hal ini dinilai Ahmad Satari sebagai upaya penzaliman terhadap dirinya, sementara pihak partai, kata Satari, mengatakan tidak dimasukkan namanya karena tidak pernah mengikuti rapat internal partai. Sementara dirinya mengaku tidak pernah diundang saat rapat.

Ahmad menambahkan, dirinya mengetahui namanya tidak terdaftar sebagai bacaleg DPRK saat rapat pleno pada 14 juli 2018. Maka itu, dia sudah mengajukan surat keberatan ke Ketua DPD Partai Demokrat Aceh langsung yang langsung ditujukan pada Ketua DPD Demokrat Aceh, Nova Iriansyah.

“Terkait surat itu, harapan saya harus ada ketegasan dan keputusan dari DPD Partai Demokrat Aceh dalam menindaklanjuti persoalan yang menyangkut Bacaleg di Aceh Utara, khusunya saat ini di Dapil 1 meliputi Kecamtan Cot Girek, Langkahan dan Lhoksukon,” tegasnya.

Menurutnya, dia adalah kader lama di Partai Demokrat Aceh, yaitu sejak 2005 dan bukan kutu loncat karena diri setia pada Demokrat, tersebab karena merasa didzalimi sehibgga dia melawan.

“Jadi kita harapkan terhadap DPC Partai Demokrat Aceh Utara harus profesional dan transparan, juga menghargai orang-orang lama karena mereka lah yang jadi kuda mental kekuatan partai demokrat kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Aceh Utara, Tantawi, mengatakan, Ahmad Satari sudah didaftar dalam bacaleg kuota 120 persen. Karena Provinsi Aceh memiliki lex specialis kuota 120 pesen untuk Caleg DPR Aceh dan DPRK.

Baca juga:  Kautsar Akan Deklarasikan Relawan Cakra AHY di Aceh

Tantawi menambahkan, saat KPU RI mengirim surat ke KIP Aceh dengan kuota partai nasional 100 persen dan 120 persen untuk partai lokal sehingga nama bacaleg 20 persen tertinggal.

Menurut Tantawi, hal ini bukan terjadi di Partai Demokrat saja, mungkin partai nasional lainnya juga mengalami hal yang sama. Sedangkan di Partai Demokrat bukan nama Ahmad Satari saja yang tidak terdaftar melainkan ada juga nama lainnya.

“Karena ini menyangkut kuota, kita harap mudah-mudah KPU RI mengabulkan 120 persen mengusungkan bacaleg untuk parnas di Aceh, hingga beliau (Ahmad Satari) bisa masuk kembali,” katanya.

Namun, katanya, apabila KPU RI tidak memenuhi 120 persen untuk parnas di Aceh, maka Ahmad Satari diminta untuk bersabar dulu, karena dapil 1 ada 7 kursi, maka harus diusungkan 7 bacaleg dan tidak boleh lebih dari itu.

Terkait surat keberatan yang diajukan ke DPD Partai Demokrat Aceh, Tantawi mengatakan semua itu hak warga negara yang baik, jika tidak puas boleh lah kirim surat kemana pun.

“Kita harap KPU RI dapat mengabulkan 120 persen bacaleg untuk parnas, agar beliau dapat kita usungkan kembali bacaleg nantinya,” tutupnya.[]

loading...

Comments
To Top