Ini Kalapas Sukamiskin Bandung yang Kena OTT KPK

Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang kena OTT KPK (Foto: Dony Indra Ramadahan/detikcom)

Bandung, Mercinews.com  – Wahid Husein bikin gempar. Pria menjabat Kalapas Sukamiskin itu kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Wahid baru empat bulan menjabat orang nomor satu di penjara khusus koruptor yang gedungnya berada di Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

KPK menangkap Wahid lantaran diduga menerima suap terkait ‘fasilitas’ narapidana kasus korupsi dan izin ‘pelesir’ keluar sel.

Bukan kali pertama nama Wahid menghiasi pemberitaan media massa Indonesia. Pada Februari-Juli 2012, Wahid yang menjabat Karutan Kebonwaru Bandung kerap diuber-uber wartawan. Wajahnya sering muncul di layar televisi.

Baca Juga:  Suami Inneke Jadi Tersangka, Ini Kronologi OTT Kalapas Sukamiskin

Namun waktu itu bukan soal penindakan hukum terhadapnya, melainkan urusan soal pra dan pascabebas bersyarat Nazriel Irham alias Ariel, vokalis Peterpan–kala itu. Sang penyanyi fenomenal tersebut menghirup udara bebas pada 23 Juli 2012 dari Rutan Kebonwaru setelah dipidana kasus pornografi.

Selepas dari Rutan Kebonwaru, Wahid pernah menduduki posisi Kalapas Jelekong, Kabupaten Bandung. Setelah itu, Wahid geser menjadi Kalapas 1 Madiun.

Maret 2018, Wahid dipercaya mengemban tugas sebagai Kalapas Sukamiskin. Baru saja bertugas empat bulan, dia berurusan dengan KPK. Enam tahun berlalu setelah pemberitaan soal Ariel, kini Wahid ramai diberitakan berkaitan OTT KPK.

Baca Juga:  Abraham Samad Usul Penjagaan Napi Korupsi Disetarakan Teroris

KPK menetapkan Wahid Husen menjadi tersangka kasus suap fasilitas napi korupsi di Lapas Sukamiskin. Selain dia, suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, dan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu diduga sebagai penerima WH (Wahid Husein) Kepala Lapas Sukamiskin dan HND (Hendry Saputra) staf WH. Diduga sebagai pemberi, FD (Fahmi Darmawansyah) napi koruspi dan AR (Andi Rahmat) narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping FD,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018).

Baca Juga:  OTT Kalapas Sukamiskin, ICW: Jokowi Harus Ganti Menkum HAM

Kalapas Sukamiskin dan stafnya diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Fahmi, suami Inneke, dan Andi Rahmat disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (detikcom)

  • 64
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved