Menlu AS Mike Pompeo Bilang Para Pemimpin Iran Mafia

Presiden Hassan Rouhani (kanan) menerima mandat dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah upacara 3 Agustus 2017. Foto/President.ir/Handout via REUTERS

Washington, Mercinews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael “Mike” Pompeo meluncurkan serangan retoris terhadap para pemimpin Iran. Dia menyamakan mereka dengan mafia.

Menlu Pompeo menjanjikan dukungan kepada orang-orang Iran yang tidak suka dengan rezim penguasa negara tersebut.

“Iran dijalankan oleh sesuatu yang menyerupai mafia lebih dari sekadar pemerintah,” kata Pompeo, mengutip apa yang dia sebut para pemimpin Iran korup.

Retorika keras diplomat top Amerika ini disampaikan dalam pidatonya di Reagan Foundation, hari Minggu malam waktu setempat atau Senin (23/7/2018) WIB.

Baca Juga:  AS Klaim Mampu Hancurkan Pulau Buatan China di Laut China Selatan

Dalam pidatonya, Pompeo menegaskan bahwa Washington tidak takut dengan Teheran. “Kami tidak takut untuk menangani rezim (Iran) pada level tertinggi,” katanya, dikutip Reuters.

Dia mengataakan, Washington menghendaki semua negara mengurangi impor minyak Iran hingga mendekati level nol.

Menurutnya, pemerintah AS sudah meluncurkan saluran berbahasa Farsi atau Persia di televisi, radio, digital dan format media sosial.”Untuk menjangkau orang Iran di Iran dan di seluruh dunia,” katanya. Langkah itu merupakan dukungan bagi warga Iran yang anti-rezim.

Pernyataan keras Pompeo muncul setelah Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Minggu menelepon Presiden AS Donald Trump untuk berhenti bermain dengan api di tengah seruan Washington kepada komunitas internasional agar bergabung dengan sanksi terhadap Republik Islam Iran.

Baca Juga:  Australia Kirim Pesawat Militer untuk Intai Kapal Korea Utara

“Musuh-musuh harus memahami dengan baik bahwa perang dengan Iran adalah ibu dari semua perang dan perdamaian dengan Iran adalah ibu dari semua perdamaian. Kami tidak pernah diintimidasi dan akan menanggapi ancaman dengan ancaman,” kata Rouhani.

Seperti diketahui, pada bulan Mei, Trump mengumumkan bahwa AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Kesepakatan nuklir ini diteken Iran bersama enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) pada 2015. Dalam kesepakatan tersebut, Teheran bersedia mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi atau embargo internasional.

Baca Juga:  Disebut Akan Seperti Libya, Korut: Wapres AS Kurang Ajar

Hengkangnya AS dari kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan keputusan Trump untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Jika resmi berlaku, Iran tidak akan bisa mengekspor minyaknya ke luar negeri karena AS akan menjatuhkan sanksi bagi negara yang mengimpornya.

Sumber: SINDOnews |

  • 13
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved