Ribuan Pemukim Israel Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Massa pemukim Israel berdatangan ke kompleks Al-Aqsa yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Minggu (22/7/2018). Foto/Anadolu

Yerusalem – Ribuan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur untuk memperingati penghancuran kuil-kuil Yahudi. Momen berkabung bagi warga Yahudi itu dikenal di Israel dengan sebutan Tisha B’av.

Sumber-sumber Palestina mengatakan, sekitar 1.023 pemukim memasuki kompleks suci itu pada hari Minggu. Mereka di bawah perlindungan polisi Israel secara ketat.

Kompleks Al-Aqsa, yang mencakup Dome of the Rock dan Masjid Al-Aqsha, merupakan situs suci bagi umat Islam dan Yahudi.

Yehuda Glick, anggota Knesset (Parlemen) Israel dari kubu sayap kanan yang berkampanye untuk akses Yahudi ke Masjid Al-Aqsa, juga terlihat di kompleks suci tersebut.

Baca Juga:  Ledakan Membunuh 6 Militan Hamas di Gaza, Israel Bantah Terlibat

Firas al-Dibis, seorang pejabat Otoritas Wakaf Keagamaan di Yerusalem yang dikelola Yordania, mengatakan kepada Anadolu bahwa polisi Israel menyerbu kompleks suci sebelum massa pemukim tiba.

Menurut Al-Dibis, pasukan Israel menolak akses untuk Najeh Bakirat, seorang sarjana di Otoritas Wakaf. Pasukan Israel mengizinkan jamaah Muslim berada dalam Masjid Al-Aqsa setelah merebut ID (tanda pengenal) mereka.

Media lokal, Shebab News, melaporkan, seorang bocah Palestina ditangkap setelah mengibarkan bendera Palestina di kompleks suci itu.

Baca Juga:  Dukung Aksi Boikot, Israel Usir Aktivis HRW

“Tentara Israel bergegas untuk menangkap bocah Palestina hanya karena menaikkan bendera Palestina di halaman Masjid Al-Aqsa,” tulis media tersebut.

“Ini adalah definisi paling jelas dari kolonialisme, di mana Israel mencoba untuk menghilangkan identitas budaya dan agama dari orang-orang Palestina.”

Koresponden Al-Jazeera, Mohammed Jamjoom menambahkan, ketegangan di kompleks suci itu mulai memanas dan berpotensi berubah menjadi lebih buruk.

“Para jamaah Muslim Palestina menganggap ini selalu sebagai provokasi,” kata Jamjoom, yang dilansir Senin (23/7/2018).

“Ini bukan hal baru bahwa ada flare-up terjadi di kawasan itu,” ujarnya. “Tetapi pada hari-hari seperti hari ini-hari libur untuk memperingati banyak bencana dalam sejarah Yahudi-Anda akan melihat lebih banyak pemukim yang ingin mengakses kompleks itu.”

Baca Juga:  MA Israel Bekukan Rencana Penghancuran Desa Palestina

Pada Sabtu malam, ratusan pemukim mengorganisir pawai di dalam tembok Kota Tua dan di gerbang kompleks Al-Aqsa. Mereka berdoa, menari dan meneriakkan slogan anti-Arab dan anti-Muslim.

Yerusalem Timur, lokasi Masjid Al-Aqsa berdiri, merupakan wilayah yang masih diduduki Israel. Palestina mendambakan kota ini sebagai ibu kota masa depan mereka.[]

Sumber: SINDOnews |

  • 84
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved