Dicoret dari Bacaleg DPD, Abdullah Puteh: Saya akan Cari Keadilan

Banda Aceh, Mercinews.com – Abdullah Puteh mengaku sedang mencari keadilan atas keputusan KIP Aceh yang menyatakannya dirinya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sehingga tidak bisa mengikuti proses selanjutnya untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Untuk itu, Abdullah Puteh telah melapor ke Panwaslu Aceh, Selasa pagi (24/7/2018). “Ya mencari keadilan lah,” kata Abdullah Puteh saat ditemui di kantor Panwaslu Aceh, di kawasan Emperum, Banda Aceh.

Baca Juga:  Din Gajah Akhirnya Maju Jadi Caleg DPRA Melalui PNA

Menurut Abdullah Puteh, PKPU yang dijadikan rujukan KIP Aceh untuk menerbitkan status TMS tersebut, bertentangan dengan undang-undang.

“Bahwa orang yang terkena kasus hukum (mantan koruptor), jika menurut UU itu boleh saja ikut pemilu, di sini KPU/KIP membuat norma hukum tambahan sehingga tidak membolehkan,” katanya.

Baca Juga:  Adriansyah Wakil Ketua PNA Aceh Tamiang Mundurkan Diri

Seperti diketahui, bakal calon peserta pemilu DPD harus memenuhi persyaratan antara lain yang bersangkutan bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi.

Persyaratan ini diatur dalam PKPU Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilu Anggota DPD.

“Tapi itu peraturan KPU, undang-undang tidak mengatur begitu, artinya mereka melawan hukum,” katanya.

Baca Juga:  14 Bacaleg di Pidie Jaya Tak Mampu Uji Baca Alquran

Sementara Kuasa Hukum Abdullah Puteh, Darwis SH mengatakan, kliennya merasa keberatan dicoret dari daftar bakal calon sehingga tak bisa melanjutkan tahapan.

“Jadi kami memohon ke Panwaslu Aceh untuk memeberikan keadilan karena keputusan mencoret klien kami itu tidak dibenarkan dalam undang-undang,” katanya.

  • 304
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved