Mercinews

Asia Pasifik

Jepang Eksekusi Mati 6 Anggota Sekte Hari Kiamat Atas Serangan Sarin

bd01fa22 7b9e 41d7 97d6 3dab7e720075 169 - Jepang Eksekusi Mati 6 Anggota Sekte Hari Kiamat Atas Serangan Sarin
Shoko Asahara, pemimpin sekte Hari Kiamat di Jepang (Foto: AFP)

Tokyo, Mercinews.com – Otoritas Jepang hari ini kembali mengeksekusi mati enam anggota sekte yang berada di balik serangan gas sarin mematikan di kereta bawah tanah di Tokyo pada tahun 1995 silam. Eksekusi mati ini dilakukan beberapa pekan setelah pemimpin sekte tersebut dan 6 pengikutnya dihukum gantung.

Media NHK dan media-media lokal lainnya melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/7/2018), enam anggota sekte Hari Kiamat, Aum Shinrikyo tersebut telah dieksekusi mati pada Kamis (26/7) pagi waktu setempat. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Jepang mengenai eksekusi mati tersebut.

Eksekusi ini dilakukan setelah otoritas Jepang menghukum gantung pemimpin sekte tersebut, Shoko Asahara dan enam pengikut setianya pada 6 Juli lalu. Shoko Asahara telah dijatuhi vonis mati lebih dari 10 tahun lalu atas serangan gas sarin di kereta bawah tanah di Tokyo, yang menewaskan 13 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

Baca juga:  Banjir Jepang Tewaskan 110 Orang dan 79 Lainnya dilaporkan hilang

Usai eksekusi mati tersebut, Menteri Kehakiman Jepang Yoko Kamikawa mengatakan, para anggota sekte Aum bertanggung jawab atas “tindakan yang sangat mengerikan dan parah, yang belum pernah terjadi sebelumnya dan seharusnya tidak pernah terjadi lagi”.

Eksekusi mati Asahara dan para pengikutnya ini disambut oleh para anggota keluarga korban serangan gas sarin tersebut. “Dia (Asahara) tentu saja pantas untuk mati,” ujar Shizue Takahashi, yang suaminya tewas dalam serangan tersebut.

Baca juga:  Bos Sekte Kiamat Jepang dan 6 Anak Buah Dieksekusi Mati

Serangan gas sarin tersebut terjadi pada 20 Maret 1995, saat anggota sekte Aum Shinrikyo, melepas gas sarin di kereta bawah tanah di Tokyo. Mereka mencoblos tas-tas berisi gas saraf tersebut di kereta bawah tanah yang sedang melaju. Dalam beberapa detik, korban-korban berjatuhan karena tercekik maupun muntah-muntah, sedang sebagian lainnya menjadi buta dan lumpuh. Serangan itu menewaskan 13 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

Serangan itu sangat menggemparkan warga Jepang, yang membanggakan tingkat kriminalitas yang rendah di negara mereka. Sejumlah anggota Aum Shinrikyo telah diadili atas serangan tersebut, dengan 13 orang divonis mati dan enam orang lainnya dihukum penjara seumur hidup.[]

Sumber: detikcom |

loading...

Comments
To Top