Mercinews


KPK, Sudah 20 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Suap Dana Otsus Aceh

dc0e0662 3793 43d0 ac3b 9610eb275446 169 - KPK, Sudah 20 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Suap Dana Otsus Aceh
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, /foto detikcom

Banda Aceh, Mercinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 20 saksi dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh 2018.

Di antara para saksi yang diperiksa tersebut, empat di antaranya bahkan dicekal ke luar negeri.

Mereka yang masuk dalam daftar cekal tersebut adalah Nizarli yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit Layanan Pengadaaan/ULP Aceh, Rizal Aswandi mantan penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, Fenny Steffy Burase selaku EO Aceh Marathon International 2018, dan Teuku Fadhilatul Amri.

Selain itu, KPK juga telah memeriksa Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan dan Asisten 2 Provinsi Aceh dr Taqwallah terkait kasus tersebut.

Baca juga:  KMAB Tuntut Lepaskan Irwandi Yusuf

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan saksi lainnya yang diperiksa juga termasuk unsur teller bank, PNS dan pejabat di Pemprov Aceh dan Pemkab Bener Meriah, ajudan Bupati Bener Meriah, Bendahara PT Timitana, dan staf khusus Gubernur Aceh serta dari kalangan swasta.

Sebelumnya diberitakan, KPK kembali memeriksa 6 saksi dari pihak swasta terkait kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh 2018.

Mereka yang dipanggil sebagai saksi tersebut adalah Fenny Steffy Burase, Apriansyah, Akbar Velayati, Jason Utomo, Gigit Mawadah, dan Danial Novianto.

Baca juga:  Irwandi Yusuf Sudah Diboyong ke gedung KPK Jakarta

“Semua saksi diperiksa untuk tersangka IY, Gub Aceh,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (26/7/2018).

Fenny Steffy Burase yang tercatat sebagai tenaga ahli untuk Aceh Marathon 2018 tersebut sejatinya pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK dengan kasus yang sama.

Terkait hal ini, Febri mengatakan, “terhadap saksi yang pernah diperiksa sebelumnya, Fenny Steffy dilakukan karena perlu dilakukan pendalaman terkait sejumlah pertemuan dan aliran dana.”

loading...

Comments