Mantan Tokoh GAM Bertemu, Bahas Apa?

Banda Aceh, Mercinews.com – Beberapa pekan lagi, perdamaian Aceh mencapai umur 13 tahun. Usia yang matang untuk sebuah perjanjian damai. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai salah satu pihak penandatangan Kesepakatan, meyakini bahwa perdamaian ini perlu dijaga agar lestari. Di lain pihak, Pemerintah juga dipercayai masih berkomitmen untuk menjaga kesepakatan itu.

Untuk mendukung perdamaian dan menambah erat persaudaraan, Sabtu (28/7/2018), beberapa tokoh utama GAM di Aceh dan Swedia bertemu dalam sebuah acara silaturrahmi di Banda Aceh. Pertemuan yang digagas sejak beberapa saat yang lalu, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Baca Juga:  SURA dan Pang Sumatera Serukan Perlawanan Atas Penutupan Tambang Rakyat di Rantau Peureulak

Hadir dalam pertemuan itu Bakhtiar Abdullah selaku jurubicara GAM di Swedia, Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar (Abu Radak) ketua dan wakil ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), mantan anggota tim perunding GAM di Helsinki, M. Nur Djuli dan Munawar Liza Zainal, anggota tim perunding GAM semasa CoHa, Amni Bin Ahmad Marzuki.

Pertemuan yang berlangsung di hotel The Pade tersebut juga diwakili oleh beberapa mantan panglima GAM di daerah, seperti Muharram dari Aceh Besar, Sarjani dan Aiyyub Abbas dari Pidie dan Pidie Jaya, Zulkarnaini (Tengku Ni) dari Pasee, Muslim Hasballah dari Aceh Timur.

Baca Juga:  Zakaria alias Mayor, Besok Akan di bawa ke RSUZA Banda Aceh Untuk dirawat

Turut serta Tengku Rani dan Helmi dari Aceh Tamiang, Darwis Djeunib dan Husaini (Tengku Batee) dari Batee Iliek.

“Pertemuan ini adalah sejarah, sebab lama kita tidak duduk-duduk bersama setelah dipecah oleh berbagai persoalan,” kata Muzakir Manaf alias Mualem dalam pembukaannya.

“Ke depan kita harus sering duduk untuk sama-sama mencari jalan agar rakyat Aceh menjadi kuat dalam merawat perdamaian,” tambah Mualem, seperti rilis yang diterima Beritakini, Minggu (29/7/2018).

Baca Juga:  Abu Razak: Sufaini Usman Syekhy Bukan Mantan Jubir GAM

Sedangkan Bakhtiar Abdullah di dalam pembukaannya menyampaikan, damai Aceh ini ditempuh setelah konflik yang panjang, tanggung jawab GAM dan rakyat Aceh semua untuk menjaga dan mengisinya.

Menurutnya dengan menjaga kekompakan dalam bekerja, maka kesejahteraan bagi rakyat Aceh mudah dicapai.

Dalam kesempatan tersebut, Muharram menambahkan ke depan akan ada silaturrahmi yang lebih besar, dengan mengundang pimpinan dan tokoh-tokoh lain yang belum bisa berhadir pada malam ini.

Acara silaturrahmi ditutup dengan pembacaan doa oleh Tengku Ramli di penghujung acara.[]

  • 152
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved