Mercinews

Politik

Silaturahmi Tokoh Mantan GAM Untuk Memperkuat Damai Aceh Kedepan

FB IMG 1532862399305 - Silaturahmi Tokoh Mantan GAM Untuk Memperkuat Damai Aceh Kedepan
Pertemuan tokoh utama GAM Aceh dan Swedia di Hotel The Pade Banda Aceh

Banda Aceh, Mercinews.com – Beberapa pekan lagi, perdamaian Aceh mencapai umur 13 tahun. Usia yang matang untuk sebuah perjanjian damai. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai salah satu pihak penandatangan Kesepakatan, meyakini bahwa perdamaian ini perlu dijaga agar lestari. Di lain pihak, Pemerintah juga dipercayai masih berkomitmen untuk menjaga Kesepakatan itu.

Untuk mendukung perdamaian dan menambah erat persaudaraan, Sabtu, 28 Juli 2018, beberapa tokoh utama GAM di Aceh dan Swedia bertemu dalam sebuah acara silaturrahmi di Banda Aceh. Pertemuan yang digagas sejak beberapa saat yang lalu, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dihadiri oleh Bakhtiar Abdullah jurubicara GAM di Swedia, Muzakir Manaf dan Kamaruddin Abubakar (Abu Radak) ketua dan wakil ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), mantan anggota tim perunding GAM di Helsinki, M. Nur Djuli dan Munawar Liza Zainal, anggota tim perunding GAM semasa Coha, Amni Bin Ahmad Marzuki.

Baca juga:  Temu Mantan GAM Berlanjut, Kali Ini Bersilaturrahmi dengan Abu Doto

Pertemuan yang berlangsung di hotel The Pade tersebut juga diwakili oleh beberapa mantan panglima GAM di daerah, Muharram idris dari Aceh Besar, Sarjani dan Aiyyub Abbas dari Pidie dan Pidie Jaya, Zulkarnaini (Tengku Ni) dari Pasee, Muslim Hasballah dari Aceh Timur, demikian juga Tengku Rani dan Helmi dari Aceh Tamiang, Darwis Djeunib dan Husaini (Tengku Batee) dari Batee Iliek.

FB IMG 1532862392821 - Silaturahmi Tokoh Mantan GAM Untuk Memperkuat Damai Aceh Kedepan

“Pertemuan ini adalah sejarah, sebab lama kita tidak duduk-duduk bersama setelah dipecah oleh berbagai persoalan”, demikian disampaikan Muzakir Manaf alias Mualem dalam pembukaannya.

Baca juga:  SURA dan Pang Sumatera Serukan Perlawanan Atas Penutupan Tambang Rakyat di Rantau Peureulak

“Ke depan kita harus sering duduk untuk sama-sama mencari jalan agar rakyat Aceh menjadi kuat dalam merawat perdamaian”, tambah Mualem.

Sedangkan Bakhtiar Abdullah di dalam pembukaannya menyampaikan bahwa damai Aceh ini ditempuh setelah konflik yang panjang, tanggung jawab GAM dan rakyat Aceh semua untuk menjaga dan mengisinya. Dengan menjaga kekompakan dalam bekerja, maka kesejahteraan bagi rakyat Aceh mudah dicapai.

Dalam kesempatan tersebut, Muharram menambahkan bahwa ke depan akan ada silaturrahmi yang lebih besar dengan mengundang pimpinan dan tokoh-tokoh GAM lain yang belum bisa berhadir pada malam ini.

Acara silaturrahmi ditutup dengan pembacaan doa oleh Tengku Ramli di penghujung acara.

loading...

Comments
To Top