Gagal Aceh Marathon, Setelah Gubernur Irwandi Ditangkap KPK

Banda Aceh, Mercinews.com – Hari ini mestinya ada ribuan runner sedang berlari melewati rute yang telah ditetapkan oleh panitia Aceh Marathon 2018, Minggu, 29 Juli 2018.

Dimulai dari Titik 0 KM Sabang, Pulau Weh para pelari dari Aceh, nasional, dan internasional akan menikmati suasana indahnya pantai yang berpadu dengan hutan tropis. Salah satu kawasan yang digadang-gadangkan sebagai andalan wisata bahari di Indonesia.

Sesekali, di sela menyeka keringat terbayang hadiah besar yang totalnya mencapai Rp3 miliar. Semangat pun bertambah untuk segera mencapai garis finish. Di sana sudah ada sosok-sosok penting yang menyambut peserta, salah satunya pasti sang pemilik ide Ummi Steffy Burase.

Baca Juga:  KPK Geledah BPKS Sabang, Dokumen Aceh Marathon Disita 

Usai menyerahkan medali dan hadiah, barangkali ada dua pasang mata yang akan bertemu, saling menatap disertai senyuman bahagia seraya memberi kode jempol dan berkata dengan gerak bibir: sukses!

Sayangnya, itu semua tidak jadi kenyataan. Pemerintah Aceh memutuskan menunda pelaksanaan Aceh Marathon. Pasalnya, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukannya Operasi Tangkap Tangan oleh KPK, 3 Juli 2018 lalu.

“Sampai saat ini dari pemda sih bilangnya ditunda ya. Dan keputusan ada di pemda, bukan di kami,” kata tenaga ahli Aceh Marathon 2018, Fenny Steffy Burase usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7).

Baca Juga:  Sudah 9 Jam Berlalu Steffy Burase Masih Jalani Pemeriksaan di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut uang suap yang diberikan kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018. Atas dasar dugaan ini, tenaga ahli yang juga menjadi Aceh Marathon Ambassador dicekal dan diperiksa sebagai saksi.

Penundaan event sport turism di Sabang memicu kepanikan peserta. Akibatnya, halaman Instagram @acehmarathon berubah menjadi dinding ratapan para pemberi komentar yang diduga adalah peserta.

Tidak sedikit yang menumpahkan rasa sesalnya akibat ditundanya Aceh Marathon. Malah ada yang meminta agar lari maraton di Sabang diambil alih oleh Kemenpora. Permintaan untuk dikembalikan uang pemdaftaran juga disampaikan.

Baca Juga:  Anggaran Aceh Marathon Capai Rp 13 Miliar

Ada juga yang menyesalkan nomor kontak yang tidak bisa dihubungi. Bahkan, pada surat pemberitahuan di email juga nomor kontak yang dicantumkan bukan milik panitia.

Sebuah akun @s_yudha_n menulis: “gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.”

Gagalnya event Aceh Marathon 2018 sebuah pembelajaran bagi siapa pun yang diberi amanah mengelola uang publik. Bahwa segala sesuatu memiliki standar operasional prosedurnya sendiri. Jika rakyat selalu dipaksa untuk tunduk pada aturan-aturan, para pemimpin pun hendaknya menunjukkan sikap serupa. Di sinilah kadang-kadang urusan hati menjadi ujian.[]

  • 57
    Shares
Berikan Komentar

Mercinews.com - Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada masyarakat luas.

Kategori

Copyright © 2018 Mercinews.com. All Rights Reserved